Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 50/XXXIII/07 - 13 Februari 2005
   
Nasional

Bayangan Atas Nama

Kelompok-kelompok yang mengaku dekat dengan Presiden menebar janji di daerah. Lahan baru tim sukses.

LANTAI 13 gedung Sarinah Plaza di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, itu laksana gadis sedang bersolek. Karpetnya empuk di kaki, perabotnya pun baru. Bahkan sebagian ruangan belum rampung dipoles. "Kami baru menempatinya akhir Desember lalu," kata Sulaiman, staf di sana. Di antara semua yang serba baru, ada satu kesamaan: setiap ruangan memajang poster bergambar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam bingkai Partai Demokrat.

Kantor Partai Demokrat? Menurut Sulaiman, sih, bukan. Kantor yang menempati sekujur ruangan di lantai 13 itu adalah markas Tim Swadaya (TS) 99. Pada masa kampanye, Tim 99 merupakan tim sukses pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-M. Jusuf Kalla untuk memenangi pemilihan umum presiden. Meski musim kampanye sudah lewat, kantor ini masih lebih semarak dibandingkan dengan kantor Partai Demokrat yang berada di kawasan Jakarta Timur.

Kesemarakan itu bertambah-tambah, Rabu pekan lalu. Sejumlah pengusaha, pejabat, dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat datang memeriahkan perayaan ulang tahun Bahauddin Thonti, Ketua Harian Tim 99. Menurut seorang staf di kantor itu, mereka memang sudah biasa dikunjungi para pejabat. "Beberapa bupati juga pernah datang ke sini," kata staf itu sambil menyebut nama kepala daerah dari Pulau Sumatera dan Jawa.

Menurut seorang petinggi Partai Demokrat, aktivitas di kantor itu memang sudah seperti kegiatan Partai Demokrat "bayangan". Bahkan, menurut sumber yang menolak disebut namanya itu, kegiatan serupa juga ada di sejumlah hotel berbintang di Jakarta, seperti di Hotel Aston dan Hotel Regent. Mereka mengatasnamakan pengurus Partai Demokrat. "Mereka juga mengaku dekat dengan Presiden," ujarnya.

Masih menurut sumber itu, mereka awalnya orang-orang yang menolak masuk Partai Demokrat. Setelah berhasil memenangkan SBY, ternyata mereka tak mendapat tempat di birokrasi. Mereka akhirnya berupaya merangsek ke partai bersimbol bintang tiga sudut itu. "Mereka ini para petualang," kata politisi itu. Menjelang pemilihan kepala daerah, mereka kini gencar bergerilya menjanjikan kemenangan kepada para calon dengan harga tertentu.

Ketua Umum Partai Demokrat, Subur Budhisantoso, membenarkan adanya orang atau kelompok yang muncul mengatasnamakan Partai Demokrat. Namun, partainya belum bisa menindak mereka. "Kita harus tahu latar belakang mereka," tuturnya. Menurut Subur, Presiden kha-watir mereka memanfaatkan nama Presiden untuk hal-hal tak semestinya.

Kekhawatiran akan orang-orang yang memanfaatkan namanya disampaikan Presiden pada pembukaan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) Summit di Istana Negara, dua pekan lalu. Presiden, misalnya, meminta pengangkatan para pejabat BUMN terlepas dari pengaruh politik. Presiden juga meminta para pimpinan bank pemerintah menolak jika ada yang mengajukan kredit dengan mengaku mendapat restu Presiden. "Kalau perlu, cek langsung kepada saya," katanya.

Di beberapa daerah, sepak terjang kelompok-kelompok itu sangat terasa, terutama menjelang kongres Partai Demokrat yang akan berlangsung dua pekan mendatang. Beberapa pengurus daerah Partai Demokrat yang dihubungi Tempo mengaku mengenal mereka, di antaranya TS 99. "Mereka sering kali mengatasnamakan Pengurus Pusat Partai Demokrat," kata Herry S. Nugroho, Ketua De-wan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Solo, Jawa Tengah.

Herry mendengar adanya kelompok-kelompok yang "bergerilya" ke daerah-daerah. Adapun Tim 99, "gerilya"-nya hanya sampai tingkat pengurus provinsi. Tim ini makin aktif setelah adanya perseteruan di tubuh partai. Mereka menjanjikan, jika pengurus provinsi mendukung mereka dalam kongres Partai Demokrat nanti, mereka tetap akan menduduki jabatan struktural kepartaian.

Sumber Tempo di Pacitan, Jawa Timur, yang pernah tergabung dalam tim sukses SBY-JK, menyebutkan adanya gerilya politik di daerahnya. Seorang yang ingin mendaftarkan diri sebagai calon kepala daerah Kabupaten Pacitan sempat ditemui seseorang yang mengaku dari Pengurus Pusat Partai Demokrat. Orang tersebut menjanjikan jaminan rekomendasi dari Presiden. "Tapi saya tidak tahu orang itu dari Tim 99 atau bukan," kata sumber ini.

Wakil Ketua Partai Demokrat Daerah Istimewa Yogyakarta, Edy Yuwono, menyatakan calo politik memang selalu muncul di setiap zaman. Pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid, ada orang yang mengaku-aku dekat dengan Presiden, ternyata hanya calo. "Pada era (Presiden) Megawati, sama juga," katanya. Makanya, dia tak heran jika banyak calo muncul saat pemerintahan Presiden Yudhoyono.

Tudingan serius itu ditolak Ketua Harian Tim 99, Bahauddin Thonti. "Itu manuver pribadi," katanya. Bahauddin memastikan lembaganya hanya bergerak di bidang ekonomi masyarakat pedesaan. Dengan memakai nama Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Nusantara, mereka berupaya memanfaatkan pupuk organik yang telah dapat dibuat para tenaga ahlinya. Saat ini lembaga yang dipimpin Bahauddin sedang bersiap menggarap lahan pertanian sejuta hektare, bekas proyek mercusuar pada masa Orde Baru.

"Kami tidak pernah bermain di sektor politik," kata Bahauddin, yang memang berada di luar susunan pengurus Partai Demokrat. Kalaupun ada, hanya sebatas gerakan moral. Misalnya gerakan antikorupsi yang mereka lancarkan beberapa pekan lalu. Perihal gambar-gambar Presiden dan Partai Demokrat yang banyak dipajang di kantornya, itu karena berbagai programnya memang untuk mendukung janji-janji Presiden selama kampanye.

"Kami ingin membuktikan janji Presiden," kata mantan pengurus Sekretariat Bersama Golongan Karya ini. Dengan gerakan moral itu, menurut dia, wajar jika banyak sahabatnya dari kalangan pejabat dan anggota Dewan yang datang ke tempatnya untuk memberi dukungan.

Agung Rulianto, Tulus Widjanarko, Imron Rosyid (Solo), Sunudyantoro (Surabaya), Syaiful Amin (Yogyakarta)


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
22/XXXVII/21 - 27 Juli 2008

 

Berita lainnya

Hong Kong Wajibkan Label Produk Impor - 24 Jul 2008 | 20:46 WIB
DPR akan Bertemu Pimpinan KPK - 24 Jul 2008 | 20:35 WIB
Subsidi Pertanian 2009 Bakal Naik - 24 Jul 2008 | 20:17 WIB
Keluarga Yakin Jika Nanik Dibunuh Ryan - 24 Jul 2008 | 20:07 WIB
Djoko Suprapto Masih Jalani Pemeriksaan - 24 Jul 2008 | 19:54 WIB
BLT Bojonegoro Dicairkan Besok - 24 Jul 2008 | 19:49 WIB
Pasangan Karsa Unggul di Jombang - 24 Jul 2008 | 19:34 WIB
Gubernur Tak Percayai Hasil Quick Count - 24 Jul 2008 | 19:27 WIB
Kasus Alih Kawasan BSD Diselidiki - 24 Jul 2008 | 19:15 WIB
Dada Janji Bangun Stadion Persib - 24 Jul 2008 | 19:14 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data