Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 51/XXXIII/14 - 20 Februari 2005
   
Album

Album

Ulang Tahun
Pramoedya Ananta Toer, 80 tahun

Di mana sebaiknya merayakan ulang tahun ke-80? Pramoedya Ananta Toer, novelis terkemuka, pada Minggu, 6 Februari lalu memilih di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat. Pria yang lahir di Blora, Jawa Tengah, 6 Februari 1925 ini pernah mengecap pendidikan SD Institut Boedi Oetomo (IBO), Blora. Kemudian masuk Radio Vakschool 3 selama 6 bulan, di Surabaya. Dan terakhir dia di pendidikan Sekolah Tinggi Islam, kelas filosofi dan sosiologi.

Pelbagai pekerjaan pernah digelutinya, mulai dari juru ketik di kantor berita Domei, Jakarta (1942-1944), reporter dan editor majalah Sadar, Jakarta (1947), hingga mengajar di Fakultas Sastra Universitas Res Publica (sekarang Trisakti), Jakarta (1962-1965), dan Akademi Jurnalistik Dr. Abdul Rivai (1964-1965).

Namun, yang paling banyak diingat orang adalah ketika Pram mengasuh lembaran kebudayaan Lentera di harian Bintang Timur (Maret 1962). Sebab pada saat itulah perseteruan terbuka melawan kelompok Manifesto Kebudayaan (Manikebu), terpublikasi luas melalui halaman budaya media massa.

Pramoedya mengkritik pedas lawannya karena tak mau mengikuti semboyan Lekra—sebuah organisasi kebudayaan yang punya hubungan erat dengan PKI, yakni "Politik Sebagai Panglima". Dan kelompok Manikebu bersikukuh mempertahankan kebebasan kreatifnya serta menolak "belenggu".

Bersamaan dengan tumbangnya pemerintahan Soekarno oleh Orde Baru, Pram ikut diciduk karena dianggap berhaluan komunis, yang saat itu sedang gencar diberangus pemerintah Soeharto. Pramoedya termasuk mereka yang ditempatkan di Pulau Buru.

Di pulau itu pulalah, beberapa karyanya mengalir. Sebagian tersimpan, sebagian kemudian dihilangkan aparat. Sejak Pram dibebaskan dari Pulau Buru, karyanya mulai deras beredar di masyarakat, seperti Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Rumah Kaca, dan Jejak Langkah.

Selain laku di pasaran, karya Pram menjadi semacam inspirasi bagi gerakan mahasiswa untuk melawan pemerintahan Soeharto, yang dianggapnya korup dan sewenang-wenang pada tahun 80-an.

Pram tergolong penulis produktif. Karena keelokan karya dan kegigihannya memperjuangkan hak, dia memperoleh pelbagai penghargaan, antara lain The Fund for Free Expression Award, New York, Amerika (1989); Ramon Magsaysay Award, Filipina (1995); Fukuoka Asian Culture Grand Prize, Jepang (2000). Pramoedya pernah dinominasikan sebagai peraih Nobel kesusastraan.

Usia Pram kini memang sudah 80 tahun, namun aktivitasnya masih tampak padat. Selain tetap menulis, dia juga sibuk dengan berkebun di halaman samping rumahnya. Pram tua juga masih banyak menerima tamu. Tak jarang dia masih didaulat sebagai pembicara di pelbagai diskusi sastra.



"TKI ilegal yang melanggar hukum silakan dihukum seadil-adilnya, demikian juga majikan yang warga negara Malaysia, maka dua-duanya harus diberi hukuman yang adil."
—Presiden Yudhoyono, menanggapi kebijakan pemerintah Malaysia yang akan menghukum TKI ilegal, seusai berdialog dengan para petani di Jonggol, Bogor, Jawa Barat, Minggu pekan lalu.

"Saya pastikan minyak tanah tidak akan naik. Sebab, ini untuk rakyat kan?"
—Menteri Koordinator Perekonomian Aburizal Bakrie, menyampaikan pernyataannya itu seusai sidang kabinet di kantor kepresidenan, Jakarta, Senin pekan lalu, berkaitan dengan rencana pemerintah menaikkan harga BBM.



TEMPO DOELOE

14 Februari 1972
Ali Sadikin, 45 tahun, dilantik sebagai Gubernur Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Raya untuk masa jabatan kedua.

15 Februari 1989
Penarikan mundur tentara Uni Soviet dari Afganistan diperintah langsung oleh Presiden Mikhail Gorbachev. Meski menarik tentaranya, Uni Soviet masih mampu mempertahankan pengaruhnya lewat Partai Rakyat Demokratik Afganistan.

16 Februari 1959
Fidel Castro, 32 tahun, disumpah sebagai Perdana Menteri Kuba di Ruang Kabinet di Istana Kepresidenan Havana. Ia mendampingi Manuel Urrutia Lleo yang menjabat Presiden Kuba.

17 Februari 1979
Cina menyerbu Vietnam. Perang ini dipicu konflik perbatasan kedua negara tersebut. Dengan dalih mengamankan perbatasan, Cina menginvasi negara Vietnam.

18 Februari 1965
Gambia merdeka dari Inggris setelah dijajah hampir empat abad. Negara jajahan pertama Inggris di Afrika ini dikuasai sejak 1588.

19 Februari 1997
Pemimpin Cina, Deng Xiaoping, meninggal dunia karena sakit. Deng lahir pada 22 Agustus 1904 dan bergabung menjadi anggota Partai Komunis semasa pelajar.

20 Februari 1935
Karoline Mikkelson menjadi wanita pertama yang menginjakkan kaki di Benua Antartika.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
22/XXXVII/21 - 27 Juli 2008

 

Berita lainnya

Gusti Randa Batal jadi Calon Walikota Padang - 25 Jul 2008 | 19:25 WIB
Omset Bisnis 'Esek-esek 'di Internet US$ 3 Juta Per Detik - 25 Jul 2008 | 19:15 WIB
Listrik Byar-Pet Alat Penyimpanan Darah Gampang Rusak - 25 Jul 2008 | 19:07 WIB
Angkutan Berat Di Jawa Barat akan Ditertibkan - 25 Jul 2008 | 19:00 WIB
Ketokohan Soekarwo dan Gus Ipul, Pemicu Kemenangan Kar-Sa - 25 Jul 2008 | 18:59 WIB
Pemakaman di Hari Kelahiran - 25 Jul 2008 | 18:59 WIB
Duta Besar Inggris Lakukan Penghijauan di SMA Khadijah - 25 Jul 2008 | 18:43 WIB
Dua Desa di Parigi Terendam Banjir - 25 Jul 2008 | 18:41 WIB
Meski Kemarau, Kalimantan Tengah Diguyur Hujan - 25 Jul 2008 | 18:33 WIB
BPK Puas pada Laporan Keuangan Badan Intelijen - 25 Jul 2008 | 18:31 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data