Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 51/XXXIII/14 - 20 Februari 2005
   
Indikator

Malaysia Berbaik Hati, Indonesia Tidak Serius

Menurut Anda, apakah pemerintah Malaysia telah cukup kooperatif dalam penanganan pemulangan TKI ilegal?
(2-9 Februari 2005)
Ya
50,55%139
Tidak
44,73%123
Tidak tahu
4,73%13
Total100%275

Pemerintah Malaysia akhirnya menunda operasi besar-besaran untuk memburu para pekerja asing ilegal di negara itu, Selasa dua pekan lalu. Seharusnya, perburuan tersebut harus dilakukan menyusul habisnya tenggat pemulangan tenaga kerja ilegal pada akhir Januari 2005. Menurut media setempat, langkah tersebut dilakukan atas permintaan Indonesia dan Filipina, dua negara pengirim tenaga kerja terbesar ke Malaysia.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebelumnya telah mengutus Menteri Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra ke Kuala Lumpur. Yusril diminta menyampaikan permohonan Indonesia agar Perdana Menteri Abdullah Ahmad Badawi memperpanjang masa amnesti bagi para tenaga kerja Indonesia. Kelonggaran tersebut diperlukan untuk memberi kesempatan bagi pemulangan TKI secara bertahap.

Sebelum penundaan ini, Malaysia sebetulnya telah dua kali mengundurkan batas waktu pengampunan atau amnesti kepada para pekerja ilegal. Yang pertama, dari November menjadi akhir Desember 2004, dan yang kedua pada akhir Januari 2005. Sebagian responden jajak pendapat Tempo Interaktif menilai pemerintah Malaysia sebenarnya sudah cukup kooperatif dalam menangani kasus TKI ilegal. Apalagi, negeri jiran itu sudah dua kali memberi perpanjangan waktu.

Sayangnya, pemerintah Indonesia sendiri malah terlihat tidak serius menangani masalah tersebut. Paling tidak, itu terlihat dari tidak pernah Absennya masalah TKI ilegal dalam hubungan Indonesia-Malaysia. Soal ini selalu muncul setiap tahun, dari satu pemerintahan ke pemerintahan yang lain. ?Maraknya para TKI (ilegal) itu dikarenakan pemerintah Indonesia yang tidak serius dan benar-benar tidak mau berusaha serius menangani masalah yang sangat klasik ini,? kata Olas Novel, salah responden di Jepara.

Secara umum, lebih dari separuh responden jajak pendapat ini berpendapat bahwa pemerintah Malaysia sudah cukup kooperatif. Namun, yang berpendapat sebaliknya juga lumayan besar, di atas 40 persen. Meskipun demikian, bisa dibilang bahwa dalam masalah ini, masalah yang muncul lebih banyak karena Indonesia tidak serius.

Indikator Pekan Ini: Pemerintah menargetkan wabah demam berdarah dengue (DBD) secara nasional berakhir pada pertengahan Maret 2005. Padahal, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meramalkan puncak wabah demam berdarah di Ibu Kota baru berakhir pada Maret nanti. Departemen Kesehatan juga telah meminta semua pemerintah daerah segera memberantas penyakit itu dengan pengasapan, penaburan serbuk abate, dan program pemberantasan sarang nyamuk.

Hingga Rabu pekan lalu, dilaporkan sudah 1.725 pasien demam berdarah di Jakarta yang dirawat di rumah sakit, dan 16 orang meninggal. Di daerah lain juga terjadi lonjakan korban demam berdarah selama Februari. Dirjen Pemberantasan Penyakit Menular Departemen Kesehatan Umar Fahmi Achmadi mengatakan, pihaknya kesulitan mendapatkan dana pengadaan logistik untuk pemberantasan demam berdarah.

Menurut Anda, apakah pemerintah telah gagal mengantisipasi dan memberantas wabah demam berdarah dengue pada tahun ini? Kami tunggu jawaban dan komentar Anda di www.tempointeraktif.com


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
22/XXXVII/21 - 27 Juli 2008

 

Berita lainnya

Gusti Randa Batal jadi Calon Walikota Padang - 25 Jul 2008 | 19:25 WIB
Omset Bisnis 'Esek-esek 'di Internet US$ 3 Juta Per Detik - 25 Jul 2008 | 19:15 WIB
Listrik Byar-Pet Alat Penyimpanan Darah Gampang Rusak - 25 Jul 2008 | 19:07 WIB
Angkutan Berat Di Jawa Barat akan Ditertibkan - 25 Jul 2008 | 19:00 WIB
Ketokohan Soekarwo dan Gus Ipul, Pemicu Kemenangan Kar-Sa - 25 Jul 2008 | 18:59 WIB
Pemakaman di Hari Kelahiran - 25 Jul 2008 | 18:59 WIB
Duta Besar Inggris Lakukan Penghijauan di SMA Khadijah - 25 Jul 2008 | 18:43 WIB
Dua Desa di Parigi Terendam Banjir - 25 Jul 2008 | 18:41 WIB
Meski Kemarau, Kalimantan Tengah Diguyur Hujan - 25 Jul 2008 | 18:33 WIB
BPK Puas pada Laporan Keuangan Badan Intelijen - 25 Jul 2008 | 18:31 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data