|
Cicak Elektronik
Bisa jadi kehebatan Spider-Man—tokoh fiksi manusia laba-laba yang bisa memanjat dinding bangunan yang tegak lurus dengan langit itu—akan benar-benar terjadi di dunia nyata. Gerald Winkler dari Stuttgart National Academy of Visual Art, Jerman, berhasil mengembangkan Gekkomat, alat yang bisa dipakai memanjat permukaan yang vertikal.
Alat ini terdiri dari empat kaki yang mencengkeram atau lebih tepat disebut menempel meniru cara kerja vakum, dan tangki berisi udara padat yang digunakan untuk mengatur tekanan pada vakum. Winkler menyebut alat ini bisa digunakan pada dinding yang terbuat dari bahan kaca, baja, konsentrat lainnya, dan batu. Alat seberat 25 kilogram ini bisa mengangkat beban hingga 1 ton dengan tangki yang bisa dipakai selama 2 jam.
Taksi Terbang
Yang membuat bisnis tidak efisien: terjebak kemacetan. Di Inggris, Avcen menawarkan jasa menghindari kemacetan: taksi terbang. Taksi ini bakal mengantarkan Anda dari Bandar Udara Heathrow ke pusat Kota London hanya dalam beberapa menit.
Taksi yang nantinya dinamai Jetpod ini menggunakan konsep VSTOL (very short take-off and landing). Artinya, hanya membutuhkan landasan pendek, sekitar 125 meter untuk take-off dan 300 meter untuk mendarat atau sepersepuluh dari landasan konvensional. Tinggi terbangnya pun hanya 152-228 meter dengan kecepatan terbang 350 kilometer per jam.
Karena bisa melakukan perjalanan berkali-kali, biaya yang dikeluarkan diperkirakan bakal lebih rendah dari naik taksi biasa, selain tentu saja bebas dari kemacetan itu tadi. Jetpod ini rencananya hanya maksimum berisi lima penumpang, yang masing-masing dipungut biaya 40 poundsterling atau sekitar Rp 696 ribu.
"Kami tidak bicara tentang perjalanan ke Paris (Prancis). Sebab, intinya pesawat ini hanya akan membawa Anda dari pinggir kota ke pusat Kota London dan sebaliknya. Dan hanya butuh dalam dua atau tiga menit," kata Mike Dacre, Managing Director Avcen. Jetpod bermesin turbo jet over-wing 20 desibel, yang tidak menimbulkan suara bising. Pesawat ini membutuhkan biaya pembuatan 550 ribu pound atau sekitar Rp 9,47 miliar. Rencananya, uji coba ide ini akan mulai dilakukan pada tahun 2006 dan siap beroperasi tahun 2010.
Printer Kulit
Berita baik bagi para dokter bedah. Kini telah dihasilkan printer atau mesin cetak yang dapat digunakan untuk mencetak lembaran kulit manusia. Peneliti dari Manchester Royal Infirmary, Universitas Manchester, Inggris, berhasil mengembangkan printer canggih tersebut.
Profesor Brian Derby, pemimpin proyek Ink-jet Printing of Human Cells ini, menjelaskan prinsip kerja yang digunakan proyek tersebut sama dengan printer tinta biasa. Bedanya, bahan yang diambil adalah sel kulit pasien yang kemudian dimasukkan ke tinta cair untuk digandakan. Printer ini kemudian mencetak sel ke permukaan plastik khusus. Hasilnya, lembaran "kulit" tadi dijahitkan ke luka pasien, plastik tersebut larut, sehingga sel kulit melekat dan tumbuh di tubuh si pasien.
Sebelumnya, para dokter harus mengira-ngira tebal dan luas kulit lewat CT scan, tapi kini printer setinggi tiga filing cabinet ini bisa mencetak sesuai dengan banyak dan luas kulit yang dibutuhkan. Ia menjelaskan, satu sel kulit bisa menghasilkan kulit "cetakan" setebal 10 mikron. Brian lebih jauh berharap, printer ini nantinya bisa dikembangkan untuk mencetak tulang menggantikan besi implan. "Dalam percobaan kami juga berhasil mencetak tulang sebesar bola golf," katanya.
|