Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 52/XXXIII/21 - 27 Februari 2005
   
Inovasi

Inovasi

Makanan dari Kertas

Printer kini semakin canggih. Setelah berhasil mencetak kulit manusia, kini giliran mencetak makanan.

Datang saja ke Restoran Moto di Chicago, Amerika Serikat. Anda akan disuguhi makanan dari kertas. Ini serius. Koki rumah makan tersebut, Homaru Cantu, berhasil menciptakan komputer yang bisa menghasilkan kertas yang bisa dimakan.

"Anda bisa mencetak gambar apa saja melalui printer," kata Homaru. "Bayangkan, Anda tengah melihat majalah bergambar pizza, hamburger, atau makanan khas Jepang, sushi. Lalu Anda menyobek dan memakannya," ujarnya menjelaskan.

Komputer Homaru mengadaptasi cara kerja printer biasa. Rahasianya terletak pada tinta yang terbuat dari buah dan sayuran cair seperti wortel, tomat, kacang kedelai, dan kentang. Sedangkan ker-tasnya dibuat dari ekstrak kedele atau kentang. Hasilnya kertas bergambar makanan ringan rendah kalori.

Anda tinggal memilih apakah akan dicampurkan dalam sup, dibakar, atau digoreng. "Sebuah penampilan progresif yang menyejukkan mata dan rasa," tulis Chicago Magazine.

Cermin Masa Depan

Pepatah buruk rupa, cermin dibelah, mengandung peringatan tentang tingkah laku yang kurang bijaksana. Tujuannya, siapa tahu bisa mengubah kebiasaan buruk selama ini. Accenture Laboratories, perusahaan asal Prancis, mengembangkan kaca pintar yang bisa menampilkan bagaimana rupa Anda 5 atau 10 tahun mendatang.

Caranya, sebuah kamera merekam wajah Anda. Lalu komputer akan menanyakan semua gaya hidup seperti kebiasaan berolahraga, aktivitas kerja, diet, kebiasaan merokok, dan minum minuman keras. Semua data ini dianalisis komputer, kemudian hasilnya ditampilkan lewat cermin yang sebenarnya merupakan layar kristal cair yang datar.

Jika komputer menganalisis kebiasaan makan Anda terlalu banyak, layar akan menunjukkan tubuh Anda bertambah tambun beberapa kilogram. Atau jika terlalu banyak minum, tampilan akan menunjukkan kerutan di kulit.

Beberapa pakar mengatakan penemuan ini bakal membantu orang-orang mengubah kebiasaan buruk mereka dengan menunjukkan efek yang terjadi 5 atau 10 tahun mendatang. "Teknologi yang digunakan sangat persuasif," kata Martin Illsey, Direktur Laboratorium Accenture Technology di Sophia Antipolis, dekat Nice, Prancis.

Rumah Luar Angkasa

European Space Agency (ESA) mengembangkan SpaceHouse, rumah yang menggunakan teknologi ruang angkasa. Rumah ini merupakan hasil riset sejak lima tahun lalu setelah gempa raksasa di Izmit, Turki, pada 1999. "Kami menggunakan teknologi stasiun ruang angkasa un-tuk membangun rumah tahan gempa," kata Fritz Gampe, Senior Technology Transfer Officer di Technology Transfer Program (TTP) ESA.

Bangunan yang terbuat dari ultra-light CFRP (carbon-fiber-reinforced-plastic), bahan yang juga digunakan ESA untuk membangun proyek stasiun ruang angkasa, mampu menahan gempa berkekuatan 7,5 skala Richter, angin dengan kecepatan 220 kilometer per jam, banjir hingga 3 meter, serta tahan hujan es dan panas api.

Bangunan ini berbentuk lingkaran dengan diameter 12-40 meter, terdiri dari lima tingkat. Untuk penunjang dilengkapi panel sinar matahari, sistem daur ulang, penyulingan air, dan alat komunikasi satelit.

Rumah ini akan diuji coba untuk Neumayer III, stasiun penelitian Jerman di Antartika. Rencananya, bangunan yang menghabiskan biaya 26 juta euro atau sekitar Rp 312 miliar itu akan menggantikan Neumayer II tahun 2008.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
22/XXXVII/21 - 27 Juli 2008

 

Berita lainnya

Gusti Randa Batal jadi Calon Walikota Padang - 25 Jul 2008 | 19:25 WIB
Omset Bisnis 'Esek-esek 'di Internet US$ 3 Juta Per Detik - 25 Jul 2008 | 19:15 WIB
Listrik Byar-Pet Alat Penyimpanan Darah Gampang Rusak - 25 Jul 2008 | 19:07 WIB
Angkutan Berat Di Jawa Barat akan Ditertibkan - 25 Jul 2008 | 19:00 WIB
Ketokohan Soekarwo dan Gus Ipul, Pemicu Kemenangan Kar-Sa - 25 Jul 2008 | 18:59 WIB
Pemakaman di Hari Kelahiran - 25 Jul 2008 | 18:59 WIB
Duta Besar Inggris Lakukan Penghijauan di SMA Khadijah - 25 Jul 2008 | 18:43 WIB
Dua Desa di Parigi Terendam Banjir - 25 Jul 2008 | 18:41 WIB
Meski Kemarau, Kalimantan Tengah Diguyur Hujan - 25 Jul 2008 | 18:33 WIB
BPK Puas pada Laporan Keuangan Badan Intelijen - 25 Jul 2008 | 18:31 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data