Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 04/XXXIV/21 - 27 Maret 2005
   
Album

Album

Pengukuhan Guru Besar
Hotman Siahaan, 54 tahun

Sejumlah undangan mengenakan jas dipadu dengan sarung—seperti yang biasa dipakai kiai di Jawa Timur—memenuhi Auditorium Kampus C Universitas Airlangga, Surabaya, Sabtu pekan lalu. Di antaranya terlihat Gubernur Jawa Timur Imam Utomo, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur Ali Maschan Moesa, dan anggota DPR RI Taufikurrahman Saleh. Ini bukan kondangan, melainkan pengukuhan guru besar.

Hari itu, Hotman Si-ahaan membacakan pidato pengukuhannya sebagai guru besar. Dia membutuhkan tiga tahun 12 hari dalam mempersiapkan diri untuk pengukuhan jabatan guru besar. Dekan Fakultas Ilmu Sosial Politik Universitas Airlangga ini sudah ditetapkan sebagai guru besar sejak 1 Maret 2002, namun pengukuhannya baru dijalaninya Sabtu pekan lalu itu. Kenapa begitu lama? "Ingin memberikan pidato terbaik dalam pengukuhan itu," jawab Hotman.

Judul pidatonya "Gerakan Sosial-Politik Rakyat, Ontran-ontran Demokrasi". Dalam pidato 31 halamannya, Hotman yang juga Ketua Lembaga Studi Perubahan Sosial di Surabaya ini menyoroti kajian politik menjelang maraknya pemilihan kepala daerah di Jawa Timur. Menurut ayah tiga putri kelahiran Lumban Gorat, Balige, Sumatera Utara, 26 November 1951, ini pemilihan kepala daerah dipengaruhi beberapa faktor.

Pertama, political trust, yakni tingkat kepercayaan rakyat terhadap hasil pemilihan. Kedua, apa yang oleh para ahli teori politik disebut sebagai political efficacy, yaitu tingkat kepercayaan bahwa rakyat (pemilih) akan dapat mempengaruhi sistem politik.

Ketiga, subjective dissatisfaction, yang mirip gejala deprivasi relatif, yaitu adanya perasaan dimarginalkan, disingkirkan, dan merasa diperlakukan tidak adil.

Hotman adalah seorang tokoh yang dikenal luas di Jawa Timur. Dialah yang mempopulerkan istilah "perbanditan sosial" di sana. Pria yang mengambil doktor sosiologinya di Program Pascasarjana Universitas Airlangga pada 1996 ini juga pernah menguraikan tentang "Pembangkangan Terselubung Petani dalam Program Tebu Rakyat Intensifikasi sebagai Upaya Mempertahankan Subsistensi". Alumni S-1 Fisipol UGM pada 1976 ini sudah menjadi dosen di Fisip Unair sejak 27 tahun lalu.



"Saya tidak ada niat berperang dengan Indonesia, sehingga tidak akan menciptakan suasana perang."
Perdana Menteri Malaysia, Abdullah Ahmad Badawi, Senin pekan lalu, menanggapi sengketa kawasan Ambalat di Laut Sulawesi. Dia menyatakan akan meredakan ketegangan dengan Indonesia.

"Kita jangan ngomong indikasi, tapi kita ngomong bukti yang ditemukan. Dan sampai saat ini belum ada bukti keterlibatan anggota BIN (Badan Intelijen Negara) dalam soal Munir. Kalau memang ada, kita proses secara hukum, dong. Kalau ada bukti, kenapa tidak?"
Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Syamsir Siregar, Rabu (16/3), menyampaikan bantahan kepada wartawan menyangkut anggota BIN yang disebut-sebut terlibat dalam "kejahatan konspiratif" pembunuhan aktivis hak asasi manusia, Munir.



TEMPO DOELOE

21 Maret 1965
Martin Luther King Jr. memimpin unjuk rasa sekitar 3.000 orang di Montgomery. King, antara lain, memprotes perlakuan rasial.

22 Maret 1947
Presiden Harry S. Truman mengeluarkan perintah pengecekan terhadap loyalitas dan kesetiaan pejabat federal. Pengecekan ini sebagai tindakan atas berembusnya isu bahwa agen-agen komunisme telah menyusup dan mempengaruhi para pejabat tersebut.

23 Maret 1919
Benito Mussolini mendirikan Partai Fasis. Dengan keandalan pidato dan daya tarik Mussolini, partai ini kemudian menjadi partai terbesar dan lantas menguasai parlemen. Pada 1925, Mussolini menjadi pemimpin Italia.

24 Maret 1999
Pesawat terbang Amerika mulai menjatuhkan bom di wilayah Yugoslavia yang dikuasai Serbia. Pada 10 Juni, rezim Milosevic menyerah dan setuju dilakukannya gencatan senjata dan meninggalkan Kosovo.

25 Maret 1975
Raja Faisal, Raja Arab Saudi, tewas ditembak keponakannya sendiri, putra Raja Ibnu Saud. Ia dikenal sebagai raja yang memperkenalkan modernisasi kepada rakyat Saudi. Pangeran Khalid, putra Faisal, tampil menggantikannya.

26 Maret 1953
Dokter Jonas Salk, peneliti obat-obatan dari Amerika, mengumumkan menemukan vaksin pelawan poliomyelitis, virus penyebab penyakit polio. Di Amerika, kala itu, terjadi wabah polio dan tercatat 58 ribu orang terkena virus itu. Sekitar 3.000 orang di antaranya tewas.

27 Maret 1958
Nikita Khrushchev menjadi Perdana Menteri Uni Soviet. Khrushchev memproklamasikan bahwa negaranya akan berlomba dengan Amerika untuk "kompetisi perdamaian".
Di era Khrushchev inilah Soviet "mengalahkan" Amerika dengan lebih dulu mengirimkan kosmonautnya ke ruang angkasa.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
22/XXXVII/21 - 27 Juli 2008

 

Berita lainnya

Habib Hussein Al Habsyi Laporkan Kasus Korupsi - 24 Jul 2008 | 12:48 WIB
Rumah Mewah Terbakar, 10 Anjing Tewas - 24 Jul 2008 | 12:35 WIB
JPPR: Pelanggaran Terjadi diberbagai Wilayah - 24 Jul 2008 | 12:22 WIB
Pimpinan Partai Demokrasi Pembaruan Audiensi Dengan Jaksa Agung - 24 Jul 2008 | 12:05 WIB
Dada – Ayi Membuka Kampanye Terbuka Kota Bandung - 24 Jul 2008 | 12:04 WIB
50 Persen Irigasi di Jawa Barat Rusak - 24 Jul 2008 | 11:50 WIB
MUI Sumatera Selatan Desak Revisi Perda Maksiat - 24 Jul 2008 | 11:34 WIB
Korban Tewas Danau Sunter Dibuang Hidup-hidup - 24 Jul 2008 | 11:12 WIB
Jaksa Sidik Pengadaan Interior PON - 24 Jul 2008 | 11:03 WIB
Imam Besar Mekah dan Madinah Kunjungi Jusuf Kalla - 24 Jul 2008 | 10:45 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data