Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 06/XXXIV/04 - 10 April 2005
   
Inovasi

Inovasi

Mesin Ukur Baju

Di zaman konsumerisme yang makin menggila, konsumen memang menjadi raja. Perkara pakaian, misalnya. Sementara dulu kita bisa salah pilih bahan dan ukuran ketika membeli pantalon meski sudah berpantas-pantas di kamar pas, kini cuma sedikit kemungkinan pilihan kita meleset. Sebab, ada The Intellifit System, yang bakal menjadi revolusi baru dalam mengukur pakaian.

Anda tinggal memasuki ruangan, seperti transporter dalam film Star Trek, kemudian tubuh Anda akan dipindai dengan gelombang radio yang dikeluarkan 196 antena di alat ini. Hanya 10 detik kemudian, alat ini akan mengeluarkan data mengenai 200 titik di tubuh Anda. Data inilah yang digunakan untuk merekomendasikan ukuran dan jenis pakaian yang paling cocok untuk Anda.

Teknologi ini mendapatkan Editor's Choice Award dari R&D Magazine sebagai temuan paling signifikan tahun 2004. "The Intellifit System menjadi jawaban rasa frustrasi konsumen dalam memilih pakaian," kata Albert Charpentier, CEO Intellifit. Sistem ini sudah diuji coba oleh Levi's, pabrikan yang terkenal dengan celana denimnya, di New York, Chicago, Dallas, Los Angeles, dan San Francisco.

Pengusir Hiu

Penggemar olahraga selancar atau penyelam kini tidak perlu mengkhawatirkan serangan hiu. SeaChange Technology, perusahaan yang bermarkas di Sydney, Australia, menciptakan Shark Shield, peranti elektronik yang dapat mencegah hiu mendekat, apalagi menyerang.

Alat berukuran 17 x 7 x 3 sentimeter ini mengeluarkan gelombang elektronik untuk mempengaruhi reseptor atau ujung saraf peka pada hiu. Jika hiu berusaha mendekat, gelombang itu akan mempengaruhi sistem saraf pusat hiu yang menyebabkan ketidaknyamanan, bahkan bisa membuat hiu kejang-kejang jika nekat mendekat.

Meski menyerang sistem sarat hiu, teknologi ini tidak menimbulkan efek membahayakan bagi hiu, manusia, maupun makhluk laut lain. "Alat ini membuat hiu kejang dan sulit bernapas. Hiu tidak suka situasi seperti ini," kata Paul Lunn, pendiri SeaChange Technology.

Alat seberat 1,2 kilogram saat kering atau 4 ons saat di dalam air itu efektif digunakan hingga kedalaman 100 meter dengan suhu 0-60 derajat Celsius. Pengguna cukup memasangnya pada paha dengan antena di pergelangan kaki.

Alat ini masih diuji sekelompok peselancar profesional Australia. Maklum, sepanjang pesisir selatan Australia yang memiliki arus hangat memang menjadi tempat favorit ikan hiu putih (great white shark), dan kasus serangan hiu cukup sering terjadi di wilayah ini. Shark Shield bakal dijual sekitar Rp 4,36 juta hingga Rp 8,37 juta.

Stres via Air liur

Ternyata ada hubungan antara stres dan air ludah. Perusahaan Nipro Corporation dari Jepang menemukan alat pengukur stres terbaru yang didasarkan pada kadar enzim dalam air ludah.

Alat yang diberi nama Cocorometer ini menganalisis jumlah enzim amilase dalam air liur. Mereka mendapat bukti bahwa enzim ini dapat menjadi barometer stres. Se-makin besar stres yang dirasakan, bertambah tinggi pula kadar amilase pada air liur seseorang.

"Stres bisa diketahui dari hormon beberapa bagian tubuh. Yang paling sering adalah darah. Tapi alat ini menggunakan air ludah," kata Hiroshi Yoshida, general manager laboratorium penelitian Nipro.

Caranya, dengan meletakkan ujung keping sensor ke dalam mulut. Sampel air liur yang terkumpul di keping itu kemudian dimasukkan ke komputer untuk dianalisis. Beberapa saat kemudian, hasil pemeriksaan akan terpampang di layar monitor. Berdasarkan standar Cocorometer, tingkat stres terendah adalah 10, sedangkan tertinggi adalah 150.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
20/XXXVII/07 - 13 Juli 2008

 

Berita lainnya

16 Traffic Light Mati Kemcetan Terjadi - 09 Jul 2008 | 11:43 WIB
Tujuh Pasangan Calon Gubernur Lampung Ditetapkan - 09 Jul 2008 | 11:38 WIB
Kalla akan Ambil Nomor Urut Peserta Pemilu - 09 Jul 2008 | 11:32 WIB
Menyuntik Tenaga Organizer - 09 Jul 2008 | 11:09 WIB
40 Napi LP Krobokan Ikut Mencoblos - 09 Jul 2008 | 10:49 WIB
Warga Padangpanjang Pilih Wali Kota - 09 Jul 2008 | 09:17 WIB
Pastika Cuma Mengantar Keluarga - 09 Jul 2008 | 09:05 WIB
Isu Teroris Diduga Karena Persaingan Bisnis Wisata - 09 Jul 2008 | 08:40 WIB
Tujuh Anggota LPSK Diputuskan Lewat Voting - 09 Jul 2008 | 08:40 WIB
Buruh Khawatirkan Nasib Jam Lembur - 09 Jul 2008 | 08:24 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data