Video Jockey Bukan Cuma Pemutar Video
TEMPO Interaktif, Jakarta -
BANDUNG-Hentakan musik mengiringi munculnya gambar dan warna penuh variasi di layar. Gambar berbentuk segitiga, lingkaran, bahkan abstrak, berseliweran melalui sorot lampu proyektor. Permainan visual itu bukan muncul di samping panggung konser musik, melainkan di ruang lesehan Common Room, Bandung. Dua pembuat video sekaligus video jockey (VJ) dari komunitas Open Labs, Sandy Adriadi dan Yordan Admiral, Kamis (11/3) sore, itu tengah menunjukkan karyanya dalam acara lokakarya aplikasi video untuk live performance yang di belasan anak muda.
Menurut Sandy, penggunaan video dalam pertunjukan musik di dunia sudah berkembang sejak dua dekade silam. Sekarang, seperti di Bandung, beberapa band independent (indie) juga sudah memakai gambar video sebagai penunjang konser. "Misalnya waktu Indie Fest di Tennis Indoor Senayan lalu," katanya.
Tak hanya ditembakkan ke layar atau dinding putih, video yang bisa berdiri sendiri sebagai karya seni itu juga bisa dimainkan ke seluruh penjuru dinding. Tentu dengan efek dan perhitungan yang matang agar gambar bisa tetap terlihat utuh walau dinding tak rata.
Selain itu, ujar alumnus Seni Rupa ITB 2009 itu, permainan visual itu bisa sekaligus sebagai lightning pertunjukan. Kekuatan sinar yang diperlukan sebesar 5-10 ribu lumens untuk pertunjukan indoor, dan 25 ribu lumens untuk outdoor. "Video selain untuk mengiringi band, juga menambah ambience lagu," kata lajang berusia 24 tahun tersebut.
Namun, sebutan video jockey masih sering dianggap salah. Orang, kata Yordan, kerap menyangka sebagai operator gambar video saja. Padahal video jockey berkemampuan membuat video dan konsep visual yang diinginkan dalam pertunjukan. Di luar pertunjukan musik, video jockey biasanya disewa untuk memainkan keahliannya di sejumlah klub malam. Mereka pun ada yang bisa sekaligus menjadi Disk Jockey (DJ). Tarifnya antara Rp 1-3 juta.
Untuk membuat dan memainkan visual itu, mereka hanya butuh sebuah laptop atau personal computer, midi controller, dan mahir mengoperasikan perangkat lunak seperti Modul 8, Livid Union, atau Arcaos Grand VJ. Gambar yang dibuat biasanya seperti video pendek yang diulang-ulang, bukan laiknya video klip yang ada ceritanya. "Kalau panjang, apa bedanya dengan nonton film," ujar Sandy.
ANWAR SISWADI

