|
Ekonomi dan Bisnis
Profil Syafruddin Arsyad Temenggung
Selasa, 04 Mei 2004 | 14:08 WIB
Beruntunglah Syafruddin Arsyad Temenggung mendapat mandat memimpin Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) menggantikan Putu Ary Suta. Kendati alumni ITB, kelahiran Palembang, ini tidak berlatarbelakang pendidikan keuangan dan belum pernah memimpin perusahaan, rupanya Menteri Negara BUMN Laksamana Sukardi percaya kepadanya untuk menangani tugas-tugas besar di BPPN itu.
Pengangkatan Syaf – panggilan akrab Syafruddin Arsyad Temenggung – sempat membuat orang agak terkesima. Banyak orang meragukan kemampuan ‘pendatang baru’ ini untuk memimpin agen penyehatan perbankan yang mengemban tugas pemulihan ekonomi dan menopang anggaran itu. Sebab, nama Syaf memang belum begitu dikenal khalayak selama ini, dibanding dengan nama dua kandidat Ketua BPPN lain yang sempat beredar yakni Arif Arryman dan Arwin Rasyid.
Nama Syaf baru dikenal luas ketika ia menjabat Sekretaris KKSK (Komite Kebijakan Sektor Keuangan). Lagi pula Syaf memang tak punya latar belakang memimpin perusahaan atau pendidikan keuangan. Ia lebih tepat disebut sebagai seorang birokrat yang efisien. Namun soerang petinggi pemerintahan menepis keraguan ini: "Syaf terampil sebagai manajer dan ia tak pernah menghambat urusan orang lain."
Syaf meraih S1 Jurusan Planologi Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 1983. Setamat dari ITB itu, dia terus-menerus berkarir di pemerintahan. Mula-mula ia bekerja di Departemen Pekerjaan Umum -- sekarang Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Dikenal sebagai orang yang senang belajar, ia melanjutkan pendidikan di bidang pembangunan perkotaan di University College, London, kemudian memperoleh master di bidang Perencanaan Kota dari Universitas Cornell, New York. Di universitas yang sama pula ia menggondol gelar doktor bidang Ekonomi Wilayah dan Ekonomi Pembangunan.
Sementara itu karir pekerjaan yang hingga kini masih dijalaninya antara lain sejak bulan April 2000 hingga sekarang, ia menjabat Sekretaris Komite Kebijakan Sektor Keuangan (KKSK).
Kemudian pada bulan Juni 2000 - 2002 ia mendapat kepercayaan sebagai Deputi Menko Ekuin di bidang Investasi dan Pengembangan Dunia Usaha. Selain itu ia juga mendapat kepercayaan sejak bulan Juni 2000, sebagai Sekretaris Komite Eksekutif dan Pemantau Pelaksanaan Tugas BPPN. Ia juga tercatat sebagai salah seorang Komisaris Lippo Bank. Beberapa jabatan itu dilepas setelah dia menjabat Kepala BPPN.
Sesaat setelah dilantik pada hari Senin 22/4/2002, dia mengatakan akan meneruskan beberapa kebijaksaan yang telah dilakukan para pendahulunya. Dan sebelum melakukan tindakan ke luar, dia lebih dulu melakukan pembenahan internal.
Ia memangkas beberapa kewenangan Ketua BPPN sesuai dengan rekomendasi Oversight Committee (OC) BPPN. Nantinya beberapa persoalan tak lagi di tangan Ketua BPPN. Kemudian dia melakukan restrukturisasi dalam tubuh BPPN. Struktur baru yang tidak terlalu sentralistik seperti sebelumnya sehingga diyakini tak akan menghambat prinsip good corporate government di BPPN.
"Tak akan ada lagi unit yang langsung di bawah pengawasan BPPN. Unit itu nantinya akan ditangani oleh Deputi yang ada di BPPN," tegas Syafruddin. Ia lantas memberi contoh soal penunjukan konsultan yang dulu menjadi di tangan Ketua BPPN akan didelagasikan kepada bawahannya.
"Saya juga tak punya banyak waktu untuk menentukan konsultan," ujar Syafruddin. Sebelumnya, kewenangan Ketua BPPN dalam menunjuk konsultan sempat disoal karena dicurigai berpotensi dipakai untuk menggolkan beberapa penjualan aset di BPPN
Nama : Syafruddin Arsyad Temenggung
Lahir : Palembang, 9 Agustus 1959
Pendidikan :
- 1983, Insinyur Planologi, ITB, Bandung
- 1987, Diploma dalam bidang Pembangunan Perkotaan,
University of College London, London
- 1990, Master di bidang Perencanaan Kota, Cornell
University, New York
- 1994, Doktor di bidang Ekonomi Wilayah (mayor) dan
Ekonomi Pembangunan (minor), Cornell University,
New York
Karir :
- April 2000-kini, Sekretaris Komite Kebijakan Sektor
Keuangan (KKSK)
- Juni 2000-kini, Penjabat Deputi Menko Ekuin bidang
Investasi dan Pengembangan Dunia Usaha
- Juli 2000-kini, Sekretaris Komite Eksekutif dan
Pemantau Pelaksanaan Tugas BPPN (Oversight Board)
|