Osama Bin Laden
Senin, 17 Mei 2004 | 00:07 WIB
Nama Osama Bin Laden jelas sudah tidak asing bagi Amerika Serikat yang menyebutnya sebagai ancaman terorisme internasional terbesar. Padahal, tokoh Arab Saudi yang dinilai sudah mencanangkan perang suci terhadap Amerika ini sebenarnya lebih mirip seorang sufi dibandingkan teroris. Kepala lelaki berusia 40 tahun lebih ini selalu mengenakan surban putih. Jenggot yang tergerai menutup lehernya -sebagian sudah memutih, membuat penampilannya terasa menyejukkan.
Bekas pengusaha kaya Arab Saudi ini dituduh sebagai dalang peledakan gedung kedutaan Amerika di Kenya dan Tanzania. Tak mengherankan jika Biro Penyelidik Federal AS (FBI) menawarkan US$ 5 juta bagi yang bisa menangkap Osama yang kini berjuang bersama Gerakan Islam Taliban di Afghanistan.
Osama yang kini disembunyikan Gerakan Islam Taliban di Afganistan, kabarnya sudah menikah dan mempunyai empat isteri. Secara terbuka, miliuner ini sudah menyatakan perang terhadap Amerika, paling tidak tampak dalam berbagai wawancara dengan media asing. Menurut dinas intelijen AS, Osama dengan pasukan Brigade 055 yang bermarkas di Kandahar, mendukung dana pelatihan gerakan bersenjata di Bosnia, Algeria, Chechnya dan Pakistan. “Selain AS, Rusia juga harus diperangi karena ikut bersekutu menyingkirkan kelompok Islam fundamentalis,” kata Osama dalam wawancara dengan media asing.
Amerika kemudian mendesak Taliban agar menyerahkan Osama untuk diajukan ke pengadilan internasional. Tapi, pihak Taliban menolak dan menyatakan, hanya bersedia menyerahkan Osama ke pengadilan Islam yang dipimpin para ulama. Usulan pihak Taliban itu jelas tidak disetujui Amerika. "Apa yang akan dilakukan AS jika bisa menangkap bin Laden? Masih ada ratusan bin Laden di jalan-jalan,” kata seorang petinggi Taliban kepada Far Eastern Economic Review.
Osama dimata gerakan Taliban, seperti dikatakan Abdul Hakeem Mujahid, perwakilan gerakan Taliban di New York, bukanlah pahlawan. Karena akar gerakan Taliban bukanlah kelompok teroris bersenjata, melainkan gerakan mahasiswa radikal yang spontan muncul, seperti pada November 1994. Kelompok Taliban pernah membantu mempersatukan Afghanistan ketika kelompok Mujahidin pecah.
Tapi nyatanya, Osama dituduh pemerintah Amerika Serikat terlibat dalam beberapa kejadian, seperti:
7 Agustus 1998: Osama dituduh bertanggung-jawab terhadap pengeboman kedutaan Amerika di Kenya dan Tanzania pada 1998 yang menelan korban 224 orang tewas, 12 diantaranya warga AS.
Desember 1999: Pembajakan pesawat Indian Airlines berpenumpang 178 orang. Kelompok yang dicurigai sebagai pembajak adalah Harkat-ul-Ansar atau Harkat-ul-jehad-Islami, organisasi yang -oleh beberapa pihak- disebut Islam fundamentalis. AS menuding Osama Bin Laden berada dibalik pembajakan itu.
13 Oktober 2000: Kapal perusak AS USS Cole, salah satu dari kapal-kapal perang paling modern di dunia, hampir tenggelam setelah satu kapal kecil yang membawa bom menambraknya di pelabuhan Aden, Yaman. Akibatnya, 17 awak kapal Amerika itu tewas. Osamapun jadi tersangka utamanya.
Departemen Luar Negeri Aspun memutuskan untuk "meliburkan" sekitar 37 perwakilan AS di 22 negara di Afrika, Timur Tengah dan Asia Selatan. Washington memiliki teori, ketegangan di Timur Tengah biasanya akan berekor dengan berbagai terorisme -terutama terhadap AS dan Israel- di belahan bumi lainnya.
Januari 2001: Kedubes AS di Roma ditutup selama beberapa hari, setelah pihak berwajib Italia dan Jerman menahan beberapa orang yang diduga punya hubungan dengan Osama untuk membom Kedubes AS di Roma.
5 Februari 2001: Kelompok Taliban yang kini memerintah Afghanistan berjanji akan menyerahkan buronan AS, Osama dengan syarat, dunia internasional harus mengakui pemerintahan itu. Maklum,. PBB sudah menjatuhkan sanksi setelah kelompok Taliban menolak mengektradisi Osama. Sejauh ini, hanya Pakistan, Uni Emirat Arab dan Arab Saudi yang mengakui pemerintahan Taliban.
23 Juni 2001: Pasukan Amerika Serikat di kawasan Teluk berada dalam keadaan siaga paling tinggi setelah ada ancaman terhadap warga Amerika di kawasan itu. Intelijen Amerika mendapatkan informasi tentang adanya kekuatan yang terkait dengan Osama.
30 Agustus 2001: Amerika Serikat menutup kedutaan besarnya di Bulgaria dan Romania setelah menerima ancaman terhadap kedua kedutaan itu.
9 September 2001: Mantan menteri pertahanan Afganistan, yang juga pemimpin kelompok oposisi Afghanistan melawan pemerintahan Taliban di Kabul, dinyatakan tewas dalam suatu serangan bom oleh sejumlah orang. Pelaku pemboman diduga terkait dengan Osama. Selama ini Masood diyakini mendapat dukungan kuat dari India, Iran dan Rusia, sedangkan kaum Talib didukung Pakistan. Masood dikenal sebagai seorang komandan gerilya tangguh ketika Afghanistan diduduki Uni Soviet antara 1979-1989.
11 September 2001: Gedung kembar WTC di New York dan Gedung Pentagon di Washington ambruk setelah dihantam pesawat boeing milik Amirican Airlines yang mengakibatkan puluhan ribu orang meninggal. Pentagon menuding para teroris Timur Tengah dan Osama Bin Laden berada dibelakang aksi ini.
Levi Silalahi, Berbagai Sumber





