Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Narasi  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
   

Nasional

Apa Kata Wiranto
Selasa, 18 Mei 2004 | 21:02 WIB

TEMPO Interaktif

"Damaikan Maluku, atau jangan kembali ke Jakarta sebelum berhasil!"

Wiranto kepada tim Khusus ABRI yang dibentuk pada Maret 1999, beranggotakan 19 personel perwira tinggi TNI dan Polri asal Maluku, bertugas membantu penyelesaian konflik Maluku.


"Di kala saya masih menghitung betapa beratnya tantangan tugas yang akan dipikul ABRI, masih pula saya harus menghadapi tuduhan bahwa perjalanan saya ke puncak pimpinan ABRI karena faktor nepotisme."

Wiranto dalam buku Bersaksi di Tengah Badai (2003).


"Pernyataan tersebut sangat mengherankan dan patut disesalkan, dan tidak semestinya diucapkan oleh seorang Ketua Umum Partai Golkar yang sedang berjuang memenangkan pemilu."

Peserta konvensi Partai Golkar, Wiranto, dalam jumpa pers di Hotel Ambhara Senin, 23 Februari 2004, sehubungan dengan pernyataan Akbar Tandjung tentang kesiapannya menjadi wakil presiden. Menurut Wiranto pernyataan Akbar seolah-olah mengkampanyekan PDIP sebagai pemenang dalam Pemilu 2004 mendatang.


"Sebagai penonton saya melihat, bahwa telah terjadi deviasi dari tujuan reformasi yang sebenarnya."

Wiranto dalam bedah buku "Bersaksi di Tengah Badai" di Hotel Sahid Makassar, Sabtu (9/8/2003).


"Tiap warga negara punya hak sama dalam politik dan hukum. Selama Tutut memenuhi syarat-syarat maju sebagai calon presiden, harus diberi kesempatan. Nantinya, rakyat yang menentukan siapa pilihan mereka."

Wiranto tentang rencana Siti Hardiyanti Rukmana maju sebagai calon presiden, yang dikatakan di Jakarta, Minggu (14/12/2003).


"Saudara-saudara, di sini saya tidak akan mengobral janji karena rakyat sudah tidak bias dibohongi, betul! Rakyat sudah tidak bisa dibeli, betul! Rakyat hanya minta bukti, betul."

Wiranto dalam kampanye Partai Golkar di Gelora Pantjasila, Surabaya, Kamis (18/3/2004).


"Dan terkadang saudara, preman lebih berkuasa daripada kepolisian."

Wiranto tentang bangsa Indonesia yang belum mampu menjamin keamanan warganya. Penjahat masih bebas berkeliaran di jalanan dan prvokator masih bisa mencari makan di jalanan. Itu dikatakan dalam kampanye Partai Golkar di Gelora Pantjasila, Surabaya, Kamis (18/3/2004).


"Pemerintahan Mega kurang bisa memperhatikan kebutuhan rakyat. Maka bila saya menjadi presiden mendatang, saya berjanji akan mendekatkan rakyat kepada pemerintah. Karena rakyat dan pemerintah merupakan dua sisi yang tidak dapat dipisahkan."

Wiranto kepada wartawan di Hotel JW Marriott, 18 Maret 2004.


"Saya akan berantas korupsi sampai ke akar-akarnya. Saya akan perberat sanksi hukuman, diperberat hukuman seumur hidup menjadi hukuman mati."

Wiranto, 28 Maret 2004, di Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta, sebelum kampanye di Pemalang, Jawa Tengah.


"Saya kira tak akan ada seseorang pemimpin yang merasa senang bila menyaksikan rakyatnya banyak yang tewas dalam konflik berkepanjangan dan tidak jelas tujuannya. Kecuali pemimpin itu seorang psikopat atau mempunyai niat jahat yang dengan sengaja dan memanfaatkan konflik dan kesusahan masyarakat untuk kepentingannya sendiri."

Kutipan dari tulisan Jenderal (Purn) Wiranto yang berjudul Mengatasi Ledakan Kekerasan dan Konflik Lokal (19 April 2004) dalam situs http://www.wiranto.com.


"Saya berkeyakinan bahwa netralitas TNI sudah menjadi komitmen yang tidak dapat ditawar-tawar lagi."

Wiranto dalam tulisannya “Reformasi Internal TNI, Suatu Keharusan”, 04 Mei 2004.


"Saya sangat tersentuh. Sesaat setelah saya menyampaikan pidato singkat itu, terjadi suatu pemandangan yang sangat mengharukan. Teriakan "Allahu Akbar!", "Allahu Akbar!", bersahut-sahutan."

Wiranto setelah berpidato tentang penghapusan Daerah Operasi Militer (DOM) pada 7 Agustus 1998, di Lhokseumawe, Aceh. Disampaikan dalam tulisan WIRANTO dan Isu Pelanggaran HAM di Aceh (Sebuah pernyataan Wiranto) 07 Mei 2004.


"Tuduhan-tuduhan itu biasa, asalkan kita tak melakukan tuduhan itu."

Wiranto tentang tuduhan pelanggaran HAM berat, yang dikatakan di Medan, Sumatra Utara, Sabtu (15/5/2004).


"Saya juga ingin memperbaiki kinerja badan intelijen kita dan kerja sama antara kepolisian Indonesia dengan negara lain. Karena terorisme sudah begitu meluas dan global hingga sulit dibasmi tanpa kerja sama internasional. Saya tidak ingin terorisme di Indonesia baik sebagai obyek maupun sebagai basis gerakan."

Pandangan Wiranto tentang langkah-langkah memerangi terorisme. Dimuat di http://www.wiranto.com.


"Jadi cara satu-satunya adalah menghukum pelaku korupsi dengan keras, bahkan (kalau hukum kita dapat mengijinkan) ditembak mati."

Pandangan Wiranto tentang pemberantasan korupsi di Indonesia, dimuat di http://www.wiranto.com.


"Kebijakan ekonomi yang akan diimplementasikan pemerintah baru 2004-2009 mencakup:
1. Meningkatkan kesempatan kerja dan meningkatkan standar pendapatan.
2. Memperbaiki ketidaksesuaian dalam masalah ekonomi dan sosial. 3. Mereformasi iklim investasi.
4. Mereformasi sektor industri.
5. Mereformasi sektor pertanian.
6. Mereformasi Sistem Usaha Kecil dan Menengah.
7. Mereformasi sektor perbankan.
8. Mereformasi sistem perpajakan.
9. Meningkatkan pendapatan dari sektor migas.
10. Meningkatkan pendapatan dari sektor lainnya.
11. Memperkuat kerjasama internasional."


Wiranto tentang apa kebijakan ekonomi yang direncanakan. Dimuat di http://www.wiranto.com.

Pusat Data dan Analisa Tempo


 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Mahfud Bantah Masuk Tim Kampanye Wiranto
KPU Wajibkan Tim Kampanye Nonaktif Sebagai Pejabat Publik
SOKSI Siap Menangkan Pasangan Wiranto-Solahuddin
PPP Optimis Raih Dukungan Keluarga TNI
Hasyim Muzadi Bantah Tolak Non Aktif
Anggota KPU Bali Diteror Melalui SMS
Panglima Tegaskan Netralitas TNI
PDS Deklarasikan Dukungan Pada Mega-Hasyim
PDIP Masih Buka Pintu Koalisi
Tiga Strategi SBY Menangkan Pilpres
> selengkapnya...


Referensi

Jadwal Pemilu 2004 untuk Presiden dan Wakil Presiden
Jadual Pemilu 2004 untuk DPD, DPR dan DPRD
Apa Kata Wiranto
Apa Kata Hamzah Haz
Tim Kampanye Calon Presiden
PP RI No. 9 Tahun 2004 Tentang Kampanye Pemilihan Umum Oleh Pejabat Negara
UU RI No. 4 Tahun 2000 Tentang Perubahan Atas UU No. 3 Tahun 1999 Tentang Pemilu
UU RI No.12 Thn.2003 Tentang Pemilu Anggota DPR, DPD, Dan DPRD
> selengkapnya...

Website

Situs Hamzah Haz
Situs Wiranto
Situs PKS di Belanda
Situs PKS di Jepang
Partai Demokrat
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Petani Nganjuk Temukan Benda Purbakala di Ladang
Kehilangan Hak Pilih, Ratusan Warga Wangaya Kelod Protes TPS
HP Luncurkan Tinta dan Toner Baru
Masak Pakai Sampah
Antre Minyak

<< May,2004>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data