Bagaimana Identifikasi Korban Garuda
Jum'at, 09 Maret 2007 | 10:08 WIB
Karena jenazah dalam keadaan gosong, mustahil mengenali dari sidik jari. Tim forensik pun melibatkan pakar antropologi, yaitu Prof Dr drg Etty Indriati, dan pakar ortodontologi forensik, Prof Dr drg Sudibyo. Inilah cara identifikasi korban:
Wajah
Dari 21 jenazah yang diperiksa, hanya satu yang bisa dikenali karena tak terbakar.
Perhiasan
Dari 20 korban yang terbakar (plus satu korban tidak), hanya lima yang bisa diidentifikasi dari perhiasan seperti cincin dan kalung.
Gigi
Gigi manusia sebenarnya tak meleleh pada suhu 600 derajat Celsius. Pada korban Garuda, karena suhu di atas 600 derajat Celsius, sebagian gigi seri meleleh, geraham tidak. Data gigi itu dibandingkan dengan data gigi korban saat hidup atau antem mortem (biasanya tercatat saat memeriksakan giginya). Salah satu contohnya, mantan Rektor Universitas Gadjah Mada Profesor Koesnadi Hardjosoemantri dikenali dari giginya.
Bagaimana Gigi Diperiksa
- Dipotret
- Dipotret dengan sinar X
- Membuat peta gigi
- Mengambil keseluruhan gigi dan gusinya, jika dibutuhkan
Tes DNA
Seluruh korban diambil sisa jaringan tubuhnya yang tidak rusak, meski terbakar, untuk menjalani tes DNA. Tanda-tanda genetis akan dibandingkan dengan DNA anggota sanak keluarga. Tes ini membutuhkan waktu lima hari. Pada korban Garuda, tes DNA ini juga dilakukan, walaupun korban sudah dapat dikenali dengan uji gigi.
Sumber: Koran Tempo





