Berjejalan Menjemput Maut
Jum'at, 09 Maret 2007 | 10:15 WIB
Kecelakaan pesawat Garuda GA-200 jurusan Jakarta-Yogyakarta merenggut 21 korban. Kebanyakan korban adalah orang lanjut usia yang duduk di bagian kanan pesawat.
"Api itu bukan karena bom," kata R. Tata Lanang Galih, penyelidik dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Api, menurut KNKT, bersumber dari gesekan metal dengan aspal, ditambah avtur dan oksigen.
Mengapa mereka terjebak dalam api? Inilah jawabannya.
1. Menurut kesaksian penumpang, api menyambar badan pesawat dari arah sayap kanan. Dalam hitungan detik, api membakar hingga mencapai suhu 600 derajat Celsius.
2. Korban yang meninggal rata-rata sudah berusia lanjut, 45-80 tahun. Hanya satu korban yang berumur 25 tahun. Menurut KNKT, mereka meninggal karena tak sempat menyelamatkan diri, setelah menerobos api.
3. "Korban berjejalan dan menumpuk di pintu darurat," kata seorang korban selamat. Beberapa penumpang selamat.
4. Api semakin besar diduga karena, pada saat awal pemadaman, petugas hanya menyemprotkan air, bukan foam (busa). Karena air mengandung oksigen, api justru membesar.
Sumber: Koran Tempo


