|
Dari Beasiswa Hingga Golkar
Rabu, 04 April 2007 | 12:10 WIB
Saat berkuasa, Soeharto dan almarhum Tien Soeharto mendirikan 11 yayasan yang bergerak mulai bidang sosial, seperti memberi beasiswa, pembangunan rumah ibadah, dan pensiunan tentara, hingga membantu Golkar. Berikut ini yayasan-yayasan tersebut.
1. Yayasan Dharma Bhakti Sosial (Dharmais)
Didirikan Soeharto, Sudharmono, dan Bustanil Arifin berdasarkan akta notaris Abdul Latief, SH, Nomor 27 dan notaris Koesbiono Sarmanhadi, SH, Nomor 2 tertanggal 1 Januari 1990. Terdaftar di pengadilan negeri nomor 204 tanggal 27 Agustus 1975. Pada saat pembentukan, kekayaan yayasan berjumlah Rp 510 juta, yang merupakan sumbangan para pendiri. Dana kemudian berkembang dengan sumbangan sukarela dan tidak mengikat dari anggota masyarakat dan perbankan. Biaya operasional diambil dari hasil bunga deposito Dana Abadi.
2. Yayasan Supersemar
Didirikan Soeharto pada 1974 untuk memberikan beasiswa bagi pelajar/mahasiswa yang tak mampu. Nilai beasiswa yang diberikan Rp 20-30 ribu per orang.
3. Yayasan Dana Karya Abadi (Dakab)
Didirikan untuk mendukung keluarga besar Golkar. Dakab mempunyai deposito dan surat-surat berharga, mempunyai usaha, tapi tidak mendirikan usaha sendiri.
4. Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila (AMP)
AMP didirikan dalam rangka membantu pembangunan masjid. Sumber dana berasal dari masyarakat, termasuk pegawai negeri sipil dan tentara. Anggota Korps Pegawai Negeri Indonesia golongan I bersedekah Rp 50, golongan II Rp 100, golongan III Rp 500, dan golongan IV Rp 1.000.
5. Yayasan Dana Mandiri (Damandiri)
6. Yayasan Dana Gotong Royong (DGRK)
Membantu masyarakat yang terkena musibah banjir, kebakaran, dan sebagainya.
7. Yayasan Trikora
Yayasan ini didirikan Soeharto untuk menyantuni anak-anak dan janda para prajurit yang gugur dalam perjuangan pembebasan Irian Barat.
Yayasan lainnya:
8. Yayasan Seroja
9. Yayasan Harapan Kita: Yayasan ini mengelola Rumah Sakit Anak dan Bersalin Harapan Kita dan Rumah Sakit Jantung Harapan Kita
10. Yayasan Mangadeg: Dibentuk untuk membangun dan memperbaiki makam-makam leluhur, seperti makam Pangeran Sambernyowo.
11. Yayasan Ibu Tien Soeharto: Didirikan oleh anak-anak untuk menghormati jasa-jasa ibu, termasuk membangun masjid di Taman Mini Indonesia Indah.
SUMBER: SOEHARTOCENTER.COM
|