Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Narasi  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
   

Singapura Bukan Surga Lagi
Rabu, 25 April 2007 | 11:17 WIB

Singapura, biar hanya berjarak satu jam penerbangan dari Jakarta, adalah benteng kukuh bagi para koruptor Indonesia. Di Negeri Singa tangan-tangan hukum Indonesia tak pernah bisa mengusik kenyamanan hidup mereka. Hal itu terjadi karena tiada perjanjian ekstradisi antara dua negara. Tapi mulai akhir pekan ini, Singapura bukan surga lagi bagi para pelarian itu. Indonesia dan Singapura akan meneken perjanjian ekstradisi Jumat mendatang. Itu sebabnya, sebagian buron itu konon kabur sebelum perjanjian berlaku.

Para Pelarian Itu

* Samadikun Hartono (pemilik Bank Modern, mengemplang dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia Rp 2,6 triliun, divonis 4 tahun penjara)

* Bambang Sutrisno dan Andrian Kiki Ariawan (Bank Surya, BLBI Rp 1,9 triliun)

* Eko Adi Putranto, Sherny Konjongiang (Bank Harapan Santosa, BLBI US$ 50-200 juta)

* Agus Anwar (Bank Pelita-Istimarat, BLBI Rp 1,9 triliun)

* Sudjiono Timan (korupsi BPUI US$ 126 juta, divonis 15 tahun)

* Maria Pauline Lumowa (L/C fiktif pembobolan Bank BNI Rp 1,3 triliun)

* Nader Taher (terpidana kasus kredit macet Rp 36 miliar Bank Mandiri)

* Irawan Salim (Bank Global, reksa dana fiktif Rp 600 miliar)

* Atang Latief (Bank Bira, BLBI US$ 360 juta, sudah pulang dan berjanji melunasi utangnya)


Yang Buron, yang Nyaman

Sjamsul Nursalim, konglomerat pemilik Grup Gadjah Tunggal, tersangkut dana BLBI Rp 27,4 triliun di Bank Dagang Nasional Indonesia. Ia menjadi tersangka pada 2000 dan setahun berikutnya menghilang di Singapura setelah mendapat izin berobat di sana. Selama di persembunyian itu, ia hidup mewah dan nyaman sampai akhirnya dinyatakan telah melunasi utangnya pada Juli 2004.

Buron yang Berinvestasi

Meski di Indonesia masih terlilit utang BLBI Rp 1,9 triliun dan dinyatakan buron, Agus Anwar malah membeli saham Keppel Telecommunication dan Singapore Petroleum Company yang tercatat di bursa Singapura. Tidak tanggung-tanggung, pemilih Bank Istimarat dan Bank Pelita itu membelanjakan dana tidak kurang dari Rp 1,5 triliun.

Sepertiga Kekayaan dari Indonesia

Sebuah lembaga survei, Merrill Lynch-Capgemini, menyebutkan bahwa sepertiga orang superkaya di Singapura adalah warga Indonesia. Itu artinya, dari 55 ribu orang sangat kaya di Negeri Singa dengan total kekayaan sekitar US$ 260 miliar, 18 ribu merupakan orang Indonesia. Total dana orang Indonesia yang diparkir di sana mencapai sekitar US$ 87 miliar atau setara dengan Rp 783 triliun.

Sumber: Koran Tempo


 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

DPR : Komisi Anti-Korupsi Bisa Masuk
Kerja Sama Pertahanan Indonesia-Singapura Bebas dari Kepentingan Politik dan Ekonomi
Tersangka Kasus Kenaikan Pangkat Palsu Dijerat Korupsi
Singapura-Indonesia Setujui Perjanjian Ekstradisi
KPK Periksa Pejabat Pertamina
Kejaksaan Rumuskan Kasus VLCC
Tersangka Gratifikasi Bulog Lebih Dari Dua
LSM Bahas Skandal Politik Yusril-Hamid
Pemerintah Tidak Bisa Diharapkan Selesaikan Kasus Tommy
Pemberantasan Korupsi Tergantung SBY dan Baagir Manan
> selengkapnya...

Referensi

Singapura Bukan Surga Lagi
Kasus-kasus Korupsi di Indonesia
Program-program Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh Memberantas KKN
ICW : Buka Kembali Kasus Korupsi yang Di SP3
Pemberantasan Korupsi dari Masa ke Masa
Status Pengutang BPPN
Profil Iwan Prawiranata
PP RI No. 10 Tahun 2004 Tentang Pendirian Perusahaan Perseroan ( Persero ) Di Bidang Pengelolaan Aset
UU RI No. 1 Tahun 2001 Tentang Pengesahan Persetujuan Antara Pemerintah RI dan Pemerintah Hongkong Untuk Penyerahan Pelanggar Hukum Yang Melarikan Diri (Agreement Between The Government Of The Republic Of Indonesia and The Government Of Hongkong For The S
PP RI No. 25 Tahun 1999 Tentang Pencabutan Izin Usaha, Pembubaran dan Likuidasi Bank

Website

Kepolisian Negara RI (Polri)
Bank Indonesia

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] nrs01 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Petani Nganjuk Temukan Benda Purbakala di Ladang
Kehilangan Hak Pilih, Ratusan Warga Wangaya Kelod Protes TPS
HP Luncurkan Tinta dan Toner Baru
Masak Pakai Sampah
Antre Minyak

<< April,2007>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data