Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Narasi  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
   

Sengketa di Ujung Senjata
Selasa, 05 Juni 2007 | 12:07 WIB

Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) mencatat setidaknya ada sembilan konflik tanah antara TNI dan warga di berbagai tempat. Konflik itu terbagi dalam tiga pola, yakni latihan perang di tanah sengketa, operasi bersama melawan rakyat yang mempertahankan tanah, dan penggusuran serta represi terhadap rakyat. Tiga dari konflik tersebut masih berlangsung hingga sekarang. Inilah sebagian dari konflik itu, seperti dicatat PBHI.


LATIHAN PERANG

1.Cisompet, Garut, Jawa Barat, 30 Mei-1Juni 2006
TNI berlatih perang di daerah garapan warga yang masih menjadi sengketa dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII Bumisari Lendra. Para preman kemudian membabat tanaman, menyerang dan merusak rumah-rumah penduduk Kampung Benjang dan Kampung Cinengah di Desa Sindang Sari, Kecamatan Cisompet, Garut, Jawa Barat. PTPN VIII dibantu aparat Kodim 0611-Garut.

2.PLTA Sulewana, Poso, Sulawesi Tengah, April 2006
Latihan perang Batalion Infanteri 714 Sintuwu Maroso, Poso, di lahan megaproyek Pembangkit Listrik Tenaga Air Kota Tentena mendapat perlawanan warga. Tidak ada korban dalam konflik tersebut.

3.Rumpin, Bogor, Jawa Barat, 21-22 Januari 2007
Bentrokan antara petani Rumpin, Desa Sukamulya, Bogor, Jawa Barat, dan TNI Angkatan Udara. Konflik bermula sejak September 2006, ketika TNI AU mematok dan mengeruk tanah untuk membangun sarana water training. Pertengahan Januari lalu sekitar 500 warga unjuk rasa di lokasi proyek, dan TNI mengerahkan 200-an anggota Pasukan Khas. Tiga warga terluka, salah satunya tertembak peluru hampa. Kasus ini diselesaikan secara damai.

4.Tanak Awu, Lombok Tengah, NTB, 16-20 Juli 2006
Pelatihan TNI AU untuk terjun payung di lahan pertanian milik warga yang sedang bersengketa dengan PT Angkasa Pura. Para petani Tanak Awu, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, menjadi korban.

Sumber: Koran Tempo


 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Tim Dokter Copot Selang WSD di Dada Choirul
Keluarga Korban Penembakan Tuntut TNI-AL Tanggung Biaya Pengobatan
Pertemuan Warga-TNI AL Tanpa Hasil
Hari Ini Warga dan TNI AL Kembali Bertemu
Warga Alas Tlogo Dibela 23 Pengacara PKB
PKB Pasuruan Bentuk Tim Investigasi
Sambut Kedatangan Gus Dur, Ratusan Bendera Setengah Tiang Dikibarkan di Alas Tlogo
Warga Alas Tlogo akan Membangun "Prasasti 30 Mei"
Wapres Jusuf Kalla Minta Maaf Atas Penembakan
Warga Alas Tlogo Tolak Tawaran TNI AL
> selengkapnya...

Referensi

Sejarah Bentrokan Mahasiswa UMI vs Aparat Keamanan
Sengketa di Ujung Senjata
Konflik Sampah, Lemahnya Manajemen Persampahan
Kompos, Salah Satu Jalan Keluar Problem Sampah
Reusable Sanitary Landfill, alternatif pengolahan sampah Jakarta
Kronologi Penyerbuan ke Kampus UMI

Website

Kepolisian Negara Republik Indonesia

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] nrs01 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Kovalainen tercepat
Tersangka Teroris Asal Singapura Tak Bisa Dideportasi
Todung Mulya Lubis Pesta Ulang Tahun Ke-59
Tak Ada Minyak Mentah Di Antapani
Walikota Cirebon Tolak Cairkan Gaji ke 13

<< June,2007>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data