|
Akhir Perjalanan Mbah
Selasa, 19 Juni 2007 | 10:38 WIB
Setelah menewaskan Dr Azahari dua tahun lalu, hari-hari ini polisi mencatat sukses besar berikutnya dalam memerangi terorisme. Dua orang yang dianggap sebagai pentolan Jamaah Islamiyah, yakni pemimpin sayap militer Abu Dujana dan pemimpin tertinggi wilayah Asia Tenggara, Zarkasih alias Zuhroni, dapat diringkus.
Sejak Jamaah Islamiyah (JI) di Singapura, Malaysia, Filipina, dan Australia dilumpuhkan oleh polisi, pemimpin JI Indonesia memegang komando tertinggi. Zarkasih, yang biasa dipanggil "Mbah", diyakini memimpin JI sejak 2004 menggantikan Adung, yang tertangkap. Ia berperan mengatur operasi dan penyediaan logistik dalam semua operasi JI. Abu Dujana adalah salah satu bawahan langsung si Mbah.
Profil:
Nama: Zarkasih alias Mbah alias Zuhroni alias Zainuddin alias Abu Irsad alias Oni alias Nua'im
Umur: 40-an tahun
Jabatan: Amir Darurat Jamaah Islamiyah Asia Tenggara
Pengalaman: Angkatan V Akademi Militer Mujahiddin di Afganistan 1987, mengajar di Kamp Hudaibiyah, Mindanao, Filipina Selatan.
Dari Mindanao Sampai ke Poso:
Nama Zarkasih memang tidak sepopuler Dulmatin, Abu Dujana, dan Noor Din M. Top. Tapi ia diyakini merupakan tokoh senior JI. Sejak mengikuti pelatihan militer di Kamp Mujahiddin, Afganistan, 1987, ia berperan besar dalam melatih gerilyawan.
Setelah tiga tahun menjadi instruktur di Afganistan, ia melatih di Mindanao, Filipina Selatan. Sepulang ke Indonesia, ia menjadi salah satu sesepuh JI. Ia pun masuk daftar buron polisi dengan hadiah Rp 500 juta bagi yang bisa menangkapnya.
Polisi yakin peranannya membesar dalam konflik Poso seiring dengan naiknya ia menjadi pemimpin pada 2004. Diduga, seluruh operasi di Poso ada di bawah kendalinya, termasuk wewenang menempatkan Abu Fatih sebagai penanggung jawab operasi. Ia juga disangka merencanakan perampokan uang milik Pemerintah Daerah Poso untuk membiayai operasi JI.
Sumber: Koran Tempo
|