Senjata Zaenal
Selasa, 31 Juli 2007 | 16:17 WIB
Pemandangan yang tidak lazim terjadi dua hari lalu di kantor Kepolisian Daerah Metro Jaya. Pemimpin tertinggi negeri ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, datang mengadukan Zaenal Ma'arif, bekas Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, kepada polisi. Menurut Presiden, Zaenal melakukan pencemaran nama baik dengan menyatakan ia sudah menikah sebelum mendaftar di akademi militer.
Mengapa harus Mengadu?
Sejak tahun lalu, pasal-pasal penghinaan presiden sudah dihapus dari Kitab Undang-Undang Hukum Pidana oleh Mahkamah Konstitusi.
Konsekuensi pencabutan ini, presiden sama dengan warga negara biasa: harus mengadu ke polisi bila ingin orang yang memfitnah diusut. Dulu, sebelum pasal ini dicabut, polisi bisa menangkapi demonstran atau politikus dengan pasal ini.
Pencabut: Mahkamah Konstitusi
Waktu: Desember 2006
Pasal yang Dihapus: 134, 136, dan 137 KUHP
Lain Presiden, Lain Gaya
- Soeharto -- Sering menggunakan pasal karet penghinaan presiden ini. Pendemo atau siapa pun bisa diseret dengan pasal ini.
- B.J. Habibie -- Tak pernah menggunakan pasal ini.
- Abdurrahman Wahid -- Tak pernah menggunakan pasal ini.
- Megawati Soekarnoputri -- Menggunakan pasal ini.
- Susilo Bambang Yudhoyono -- Di masanya pernah digunakan pasal ini. Sejumlah nama yang terkena pasal ini, antara lain Eggy Sudjana, Pandapotan Lubis, Wayan Gendo Suardhana, Bay Harkat Firdaus, Fahrul Rohman, sampai Sri Bintang Pamungkas.
++++++++++
Pasal Yudhoyono
Karena tidak ada lagi pasal penghinaan presiden, Yudhoyono menuduh Zaenal melanggar Pasal 310, 311, dan 355 KUHP. Pasal itu tentang pencemaran nama baik, persangkaan palsu, serta perbuatan tidak menyenangkan (335 KUHP).
+++++++++++++
Senjata Zaenal
Dokumen dan VCD yang tidak diumumkan apa isinya. Ia juga menyatakan pada 2004, R. Hartono pernah menyatakan hal yang sama. Zaenal juga akan menuntut balik. "Besok akan kami adukan balik," kata kuasa hukumnya, Mahendradatta.
++++++++++++
Apa Kata Hartono
30 Juli 2007
"Saya tidak pernah mengemukakan hal itu," katanya.
18 September 2004
"Mengenai kabar yang menyatakan bahwa SBY telah memiliki istri sebelum dengan Ibu Kristiani, saya sudah lama mengetahuinya," kata Hartono kepada Detik.com. Dalam wawancara itu, Hartono juga mengaku mendengar kabar tentang asal negara wanita yang diisukan bersama Yudhoyono itu.
"Tapi dengan kepribadian beliau, saya tidak percaya (berita itu)."
Sumber: Koran Tempo


