Ibu Kota Penculikan
Rabu, 22 Agustus 2007 | 14:46 WIB
Berhati-hatilah, buah hati Anda mungkin sedang dalam intaian penculik. Penculikan sedang marak di Jakarta dan sekitarnya. Dalam dua bulan, terjadi 14 penculikan. Motifnya macam-macam, mulai persaingan bisnis, politik, hingga uang. Mungkin karena di Indonesia ancaman hukuman bagi penculik sangat ringan, Pasal 328 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, misalnya, hanya akan memberi hukuman 12 tahun. Berbeda dengan Amerika Serikat, yang menjadikan penculikan sebagai prioritas dan menghukum pelaku dengan seberat-beratnya.
Nama: Raisya Ali
Lahir: 6 Maret 2002
Ciri: Kulit kuning, rambut ikal, badan kekar, tinggi sekitar 130 sentimeter
Ayah: Ali Said, Ketua II Pengusaha Muda Indonesia
Ibu: Nizma Mukhsin Thalib
Penculikan Raisya Ali
Inilah kisah penculikan paling gres. Anak pengusaha ini diculik tanpa motif yang jelas. Penculiknya sudah enam hari ini tak menghubungi orang tua Raisya.
1. Rabu (15/8) pukul 12.10 WIB, Raisya Ali pulang dari sekolahnya diboncengkan oleh pembantunya, Linda.
2. Sekitar 300 meter dari rumahnya di kompleks AU Jatiwaringin, Kalimalang, Jakarta Timur. Sebuah mobil Suzuki APV menghentikan sepeda motor itu dengan memotong jalan.
3. Tiga penculik turun dari mobil itu. Satu lagi tetap di belakang kemudi.
4. Mereka menodongkan pisau ke leher pembantunya. Seorang penculik membekap Raisya.
5. Mereka memboyong Raisya dan langsung kabur. Hingga kini belum jelas.
Lokasi
Perempatan 300 meter dari rumah di kompleks AURI Jatiwaringin, Kalimalang, Jakarta Timur. Di kompleks itu banyak jalan buntu karena dipasang portal.
Waktu:
Rabu (15/8) pukul 12.10 WIB
Linda
Pembantu rumah, menjemput Raisya dengan sepeda motor dari sekolah. Mobil APV memotong jalan saat Linda hendak membelok.
1 penculik membekap dari belakang
1 penculik menodongkan pisau ke leher
1 penculik menyetir
1 penculik bersiap di belakang pengemudi
Suzuki APV Hitam
Bernomor B-8512 dengan dua huruf di belakang tidak diingat Linda. Polisi melacak sejumlah mobil bernomor ini. Tetangga menyatakan sudah tiga hari mobil itu mengawasi daerah tersebut. Linda mengejar sampai penculik masuk jalan tol Cikampek.
PENCULIKAN SEPANJANG AGUSTUS
Dalam sebulan ini, di Jakarta dan sekitarnya terjadi sejumlah penculikan. Inilah kasusnya:
6 Agustus 2007 - Yalani diculik di Jakarta. Penculik tertangkap.
9 Agustus 2007 - Semi diculik di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Penculik tertangkap.
14 Agustus 2007 - Fitriani Pujiastuti, 3 tahun, anak tukang sapu kereta. Korban dijual seharga Rp 400 ribu. Diculik di Stasiun Gondangdia, Jakarta. Penculik tertangkap.
15 Agustus 2007 - Raisya Ali Said, 5 tahun, diculik di Jalan Wiradarma, kompleks AURI, Jakarta Timur. Belum tertangkap.
15 Agustus 2007 - Zainal, pengusaha batu bara, diculik di Hotel Sheraton Media, Jakarta Pusat. Keluarga korban dimintai tebusan US$ 5 juta. Penculik ditangkap di Filipina.
18 Agustus 2007 - Erizka Prafitasari, 16 tahun, siswi SMAN 3 Jakarta, diculik saat naik taksi. Penculik minta tebusan Rp 50 juta. Penculik tertangkap.
MENGINCAR SEPULANG SEKOLAH
Waktu yang paling rawan penculikan adalah saat pulang sekolah atau saat berangkat les. Penculikan akhir Juli lalu di Serpong, Tangerang, terjadi saat siswa SMP berangkat les. Adapun penculikan Rizka, siswa SMA, terjadi saat pulang sekolah. Penculiknya bersembunyi di bagasi taksi dan berkomplot dengan sopirnya.
Sumber: Koran Tempo





