Ramai-ramai Membantah Polly
Jum'at, 24 Agustus 2007 | 10:33 WIB
Dua puluh detik yang bikin heboh. Itulah rekaman pembicaraan antara Pollycarpus Budihari Priyanto dan Indra Setiawan, bekas Direktur Utama PT Garuda Indonesia. Dalam sidang peninjauan kembali kasus pembunuhan Munir di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat itu, Rabu lalu, Polly menyebut sejumlah nama kesohor. Tersangka pembunuh aktivis hak asasi manusia Munir itu menyebut sejumlah pejabat sebagai "orang kita". Para pejabat yang disebut pun melantunkan kor bantahan.
"Ketua dan Wakil Ketua MA orang kita, si Petruk (Abdul Rahman Saleh) sudah diganti dengan orang kita...."
--Pollycarpus
"Polly berbohong. Saya tidak kenal Polly."
--Bagir Manan, Ketua Mahkamah Agung
"Hendarman Supandji tak berbeda dengan saya, yakni ingin menuntaskan kasus Munir. Dia (Polly) ingin memecah belah saya dengan Hendarman. Ngawur itu...."
--Abdul Rahman Saleh, mantan Jaksa Agung
"Kalau benar (saya 'orang kita'), tidak mungkin (saya) mengajukan PK (peninjauan kembali)."
--Hendarman Supandji, Jaksa Agung (pengganti Abdul Rahman Saleh)
-------------------
"Bapak ini hanya dicari untuk mengejar saya, dan itu sebenarnya hanya permainan politik supaya SBY tidak diubek-ubek sama LSM...."
--Pollycarpus
"Itu kan hanya kata Pollycarpus. Komitmen Presiden sudah jelas, ingin mengungkap dan menuntaskan kasus ini. Presiden tidak peduli, siapa pun yang terlibat, ya, harus dihukum."
--Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (melalui juru bicara kepresidenan Andi Mallarangeng)
-------------------
Apa Kata Polly
"Saya tidak memiliki maksud buruk. Waktu itu saya cuma memberi dukungan moril untuk Pak Indra. 'Orang kita' itu merujuk teman senegara. Yaaa, kalau mereka itu orang Jepang atau Amerika, mana mungkin saya sebut 'orang kita'."
Sumber: Koran Tempo


