Bermodal Arca Palsu
Jum'at, 23 November 2007 | 14:24 WIB
Hanya segelintir orang yang bisa mengeluarkan uang ratusan juta rupiah untuk mendapatkan kenikmatan memiliki
barang antik. Hashim Djojohadikusumo adalah salah satunya. Telah setahun dia menyimpan lima arca yang lenyap dari Museum Radya Pustaka, Solo, di rumahnya di Jalan Kemang V, Jakarta Selatan.
PERJALANAN
01. Heru Suryanto, pedagang barang antik, memesan replika arca dari para pemahat di Muntilan, Magelang. Arca
tiruan ini sangat mirip aslinya, jenis batunya sama, hanya warna akibat usia yang tidak bisa ditiru.
02. Heru membeli lima arca dari kepala museum, KRH Darmodipuro, Rp 505 juta. Heru memberi Darmodipuro arca
replika buatan Muntilan sebagai ganti arca asli untuk dipajang di museum. Pengambilan arca dalam tiga tahap:
-- Juli 2006
Arca Ciwa dan Arca Durga Mahesasura Mardini bertangan dua
-- September 2006
Arca Agastya
-- November 2006
Arca Durga Mahesasura Mardini bertangan delapan dan arca Mahakala.
03. Heru mengaku menjual kelima arca asli kepada pihak Hashim Rp 725 juta. Tapi, menurut Fadli Zon, orang
dekat Hashim, arca itu dibeli dari Hugo Kreijger agar tidak dibawa ke luar negeri. Keberadaan arca itu baru
terungkap pekan ini.
04.18 November 2007
Mbah Hadi dan dua pegawai museum ditangkap dan "bernyanyi".
05.20 November 2007
Kelima arca ditemukan di rumah Hashim.
Peran Kreijger
Nama Hugo Kreijger muncul dalam pencurian lima arca kuno itu. Seorang saksi menyatakan, saat Heru memotret
arca di Museum Radya Pustaka, ia disertai Kreijger. Sedangkan Fadli Zon menyatakan arca itu dibeli dari
Kreijger, yang pernah bekerja di balai lelang Christie's Amsterdam, lengkap dengan sertifikat dari Kreijger
dan tanda tangan Pakubuwono XIII.
Menurut www.artsofasianet.com, Hugo E. Kreijger adalah konsultan seni Asia pada Departemen Asia Tenggara
Christie's International sampai 1997. Ia pernah mengorganisasikan pameran "Majapahit: The Golden Age of
Indonesia: Late 13th-Early 16th Century" di Rotterdam, Belanda, pada 2000-2001.
Arca yang Hilang
Arca Dewa Agastya
Arca Dewa Ciwa
Arca Dewa Mahakala
Arca Durga Mahesasura Mardini bertangan dua
Arca Durga Mahesasura Mardini bertangan delapan
Yang Dicurigai Dicuri dan Dipalsukan
Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Tengah menyatakan setidaknya ada enam benda purbakala lagi yang
tinggal tiruannya di Radya Pustaka, yakni:
-- Dua arca perunggu
-- Satu kap lampu perunggu
-- Dua keramik (salah satunya dari zaman Dinasti Ming, Cina)
-- Satu tempat buah porselen hadiah dari Napoleon Bonaparte kepada Pakubuwono X
KUTIPAN
Fadli Zon, orang dekat keluarga Hashim:
Arca itu barang legal, ditandatangani Hugo Kreijger dan PB XIII. "Arca itu dibeli dari Hugo dilengkapi dengan
surat-surat."
Sumber: Koran Tempo





