Panggung Sandiwara Sang Rocker
Kamis, 29 November 2007 | 13:33 WIB
Ikon rock itu bernama Ahmad Albar. Raja panggung musik rock Indonesia di era 70-an ini dikenal sebagai sosok
yang santun, ramah, dan sederhana.
Denny Sakrie, pengamat musik, mengaku tak kaget dengan ditangkapnya Ahmad karena kasus narkoba. Tapi seorang
sumber menyebutkan bahwa Iyek--panggilan Ahmad--sebenarnya jauh dari sosok pecandu narkoba atau junkies.
"Saya tahu yang namanya junkies," katanya. Pada 2004, saat mempersiapkan album baru God Bless, Iyek
mulai limbung. "Saat itulah dia mulai berkenalan dengan narkoba," kata sang sumber.
22 November
Setelah menangkap dua tokoh penting sindikat Malaysia, polisi menahan Lim Pie Kiong alias Monas di Apartemen
Taman Anggrek beserta 490 ribu pil ekstasi.
Polisi juga menggerebek rumah Monas. Tapi Jenny Chandra, istri Monas, serta dua warga Malaysia--Cheong Mun Yau
dan Diong Chee Ming--kabur. Polisi menemukan foto Jenny bersama Ahmad Albar.
23 November
Jenny menginap di rumah Ahmad Albar.
25 November
Polisi pun menangkap Jenny di rumah Ahmad Albar.
Ditemukan juga:
-- Urine Ahmad mengandung methamphetamine, yang biasa ada dalam sabu-sabu.
-- Sebutir ekstasi di kamar mandi rumahnya.
-- 1,2 gram kokain di kamar anak sulung Ahmad, Fachry Albar.
28 November
Ahmad Albar menjadi tersangka karena menyembunyikan buron. Sedangkan Jenny menjadi tersangka karena menjadi
pengedar.
Sejak Zaman Soekarno Sudah Jadi Artis
Sangat sedikit penyanyi seperti Ahmad Albar. Ia menjadi penyanyi panggung paling terkenal di Indonesia sejak
awal 1970-an. Sampai sehari sebelum ditangkap, penyanyi ini masih membicarakan rencana ulang tahun ke-35 grup
yang membawanya jadi besar, God Bless.
Ahmad terjun ke dunia hiburan Indonesia sejak 1957, ketika Soekarno masih memimpin negeri ini. Saat itu ia
baru berusia 11 tahun dan sudah bermain di film berjudul Jenderal Kancil.
Karier musik profesional ia jalani saat tinggal di Belanda pada 1965-1972. Ia bergabung dengan grup rock
Clover Leaf, yang berhasil merilis satu album di Belanda. Sepulang ke Indonesia, ia membentuk God Bless yang
legendaris.
Polisi kemarin menyatakan Ahmad Albar sudah lama "mengenal" komplotan Monas. Tapi Ian Antono, yang bersama-
sama Ahmad membesarkan God Bless sejak 1970-an, mengatakan tidak tahu. "Selama ini saya tidak tahu Albar
terlibat narkotik."
Sumber: Koran Tempo


