Banjir Ancam Pantai Utara Jawa

Kamis, 03 Januari 2008 | 13:47 WIB

Kerusakan hutan yang parah di sekitar daerah aliran Sungai Bengawan Solo membuat banjir merembet hingga ke Gresik. Bengawan sepanjang 600 kilometer ini telah menebarkan bencana banjir dan tanah longsor, mulai bencana di ujung teratas, yaitu Tawangmangu di lereng Lawu, sampai banjir Gresik di wilayah hilir. Inilah kerusakan lingkungan di daerah sekitar Bengawan Solo itu.

Gunung Lawu
Sebagian besar air Bengawan Solo berasal dari Gunung Lawu.

Bengawan Solo
Sungai utama daerah aliran Bengawan Solo ini mengalami pendangkalan hingga rata-rata 80 persen. Akibatnya, sungai sepanjang 600 kilometer ini makin gampang banjir dan gampang kering.

Bengawan Madiun
Anak sungai terbesar Bengawan Solo ini mengumpulkan air dari Gunung Lawu, Kukusan, dan Wilis untuk dibawa ke Bengawan Solo.


Waduk Gajah Mungkur

Ini satu-satunya waduk di Bengawan Solo. Beroperasi sejak 1981, waduk ini kini mengalami pendangkalan akibat terisi endapan lumpur dengan laju 3 juta meter kubik per tahun.

Sekitar 300 dari 1.600 hektare hutan yang menjadi sabuk hijau waduk rusak akibat dijarah sesaat setelah Soeharto jatuh.

Data Teknis:

1981
Daya tampung air: 500 juta meter kubik.
Volume air terbanyak: 440 juta meter kubik.

2007
Daya Tampung air: 300 juta meter kubik



Hutan Jati
Daerah aliran Bengawan Solo melewati kawasan hutan jati dari wilayah Sragen, Ngawi, Blora, sampai Bojonegoro. Kayu mahal ini banyak dijarah.

- 16 ribu dari 45 ribu hektare hutan Ngawi kritis.
- 13 ribu hektare hutan Bojonegoro gundul.
- 12 ribu dari 32 ribu hektare hutan di Randu Blatung, Blora, rusak.


DAERAH-DAERAH BANJIR

Karanganyar
Bencana di daerah aliran Bengawan Solo sepekan ini dimulai dengan tanah longsor yang menewaskan 64 orang di Tawangmangu dan sekitarnya.

Gresik
Wilayah hilir Bengawan Solo ikut terendam air. Sudah 39 desa di empat kecamatan terkena banjir.

Bojonegoro
Nyaris seluruh kota terendam air Bengawan Solo. Sebanyak 14 dari 27 kecamatan direndam banjir. Setidaknya dua orang tewas.

Madiun
Sekitar 50 orang hilang atau hanyut saat jembatan tempat mereka menonton banjir ambruk di Desa Rejosari. Sebanyak 16 desa terendam banjir.

Ngawi
Sebanyak 11 kecamatan terkena banjir atau tanah longsor dan menewaskan paling tidak 22 orang.

Sumber: Koran Tempo