Kisah Jantung dan Ginjal Tuan Jenderal

Senin, 07 Januari 2008 | 14:44 WIB

Bekas presiden Soeharto masuk rumah sakit karena terjadi penumpukan cairan di kaki, tangan, wajah, dan tempat lain termasuk paru-paru. Para dokter memperkirakan hal itu terjadi karena bilik kiri jantung dan ginjal bermasalah. Untuk membereskan jantung lelaki yang dijuluki The Smiling General ini, dokter memasang pencuci darah yang bisa menyedot cairan dari pembuluh darah.

+++++++++

>>>Jantung

Serambi Kanan

Serambi Kiri

Bilik Kanan

Bilik Kiri
Para dokter menyatakan wilayah ini ada kemungkinan bermasalah sehingga Soeharto mengalami penumpukan cairan di bagian-bagian tubuh (edema).

Aorta
Darah penuh oksigen dialirkan ke seluruh tubuh.

Katup
Katup ini menjadi ujung tombak kerja jantung.

Otot

Pembuluh Darah Balik
Darah yang kehabisan oksigen dan mengangkut banyak karbon dioksida dari seluruh badan.

Arteri Pulmonalis
Membawa darah penuh karbon dioksida ke kantong-kantong alveoli di paru-paru.

Pembuluh Pulmonalis
Terjadi penumpukan cairan di paru-paru Soeharto. Salah satu penyebab masalah ini adalah tekanan di saluran tempat darah segar datang dari paru-paru (pembuluh pulmonalis) menguat.

Pacu Jantung
Soeharto dipasang alat pacu jantung pada 2001. Alat ini mengirim sinyal listrik untuk membuat otot jantung bergerak memompa darah 70 kali per menit. Para dokter sedang memastikan apakah pacu jantung ini bermasalah sehingga menyebabkan edema. Jika penyebabnya alat ini, akan diganti dengan yang versi lebih canggih dan bekerja di kedua biliknya.


>>>>Paru-paru

Bronchi
Udara masuk lewat trakea dan kemudian ratusan bronchi di masing-masing paru-paru. Bronchi ini berujung di sekitar 300 juta alveoli.

Alveoli
Alveoli adalah kantong-kantong udara yang diselimuti pembuluh kapiler berisi darah.

Pembuluh Kapiler
Pembuluh kapiler ini memungkinkan darah membuang karbon dioksida dan menyerap oksigen.

Oedema atau Edema
Penumpukan cairan di paru-paru, seperti yang terjadi dengan Soeharto, terjadi di alveoli.

++++++++++

>>>>>Ginjal
Penyebab lain penumpukan cairan di tubuh adalah kurangnya protein dalam darah. Protein inilah yang mempertahankan cairan di pembuluh. Ketika protein ini kurang, cairan mengalir ke luar pembuluh darah. Ini bisa terjadi jika ginjal bermasalah. Ginjal tak bisa mengeluarkan air.

++++++++

>>>> Pencuci Darah

Para dokter memasang alat continuous venous hemodialysis untuk mengurangi cairan dan menyaring darah. Saat terjadi gagal ginjal, banyak zat racun yang tak bisa dikeluarkan. Cairan bisa dikurangi dengan cara ini.


Dimasukkan lewat bahu kiri.


Darah beserta cairan lain diambil dari pembuluh darah balik.


Darah yang sudah dibersihkan dimasukkan kembali ke pembuluh darah balik.

Cairan diambil dari darah. Kemampuannya satu liter cairan sehari.


Sumber: Koran Tempo