|
Kudeta Sang Mayor
Selasa, 12 Pebruari 2008 | 13:41 WIB
Nyawa pemimpin Timor Leste kemarin di ujung tanduk setelah diserang kelompok desertir yang dipimpin Mayor Alfredo Reinado Alves. Kudeta ini adalah ekor kerusuhan Mei 2006, saat tentara yang berasal dari wilayah barat mengeluh diperlakukan berbeda dengan rekannya yang berasal dari timur. Sang Mayor sendiri tewas diterjang peluru para pengawal Presiden Ramos Horta.
-- 01
07.00 waktu setempat
Presiden Ramos Horta ada di depan rumah sehabis berlari pagi bersama pengawal.
-- 02
Dua mobil Mitsubishi Pajero melintas di depan rumah Horta sambil melepaskan tembakan. Serangan dipimpin oleh Mayor Alfredo Reinado Alves yang kemudian tewas ditembak.
--03
Horta terkena tiga tembakan--satu di perut dan dua di dada. Kondisinya, menurut dokter, "Serius, tapi stabil." Seorang pengawalnya tewas.
-- 04
Tentara Australia lalu mengevakuasi Horta ke rumah sakit lapangan tentara internasional di Dili.
-- 05
Horta diterbangkan ke Darwin, Australia. Ia tiba sore.
Hujan Peluru bagi Xanana
Pukul 08.00 iring-iringan kendaraan Perdana Menteri Xanana Gusmao diguyur peluru di Lahane. Xanana selamat, meski kendaraannya penuh lubang peluru.
Alfredo Reinado Alves
Kudeta berdarah kemarin dipimpin Reinado, desertir berusia 41 tahun. Saat Indonesia berkuasa di Timor Timur, Reinado pernah ditangkap, tapi ia meloloskan diri ke Australia pada 1990. Di Negeri Kanguru itu, Reinado bekerja di galangan kapal. Ia baru kembali ke Dili setelah lepas dari Indonesia pada 1999.
Sempat memimpin Angkatan Laut Timor Timur--yang hanya berkekuatan dua perahu--ia melejit dengan memimpin kesatuan polisi militer. Kariernya terhenti saat ia bersama sebagian anak buahnya desersi pada 3 Mei 2006 kemudian memberontak. Alasannya, ia menyatakan tentara main tembak saat mengatasi kerusuhan di Dili bulan sebelumnya. Juli tahun itu Reinado ditangkap, tapi Agustus ia meloloskan dari penjara.
Sumber: Koran Tempo
|