Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Narasi  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
   

Bencana atau Salah Manusia
Selasa, 19 Pebruari 2008 | 12:54 WIB

Dewan Perwakilan Rakyat menyatakan lumpur Lapindo sebagai bencana alam, bukan lantaran faktor manusia, meski para ahli sampai saat ini belum sepenuhnya bersepakat. Parlemen dan pendukung teori bencana alam seperti Lapindo menjadikan gempa di Yogyakarta sebagai kambing hitam. Tapi kelompok lain berbeda: kecerobohan Lapindo saat mengebor menyebabkan lumpur itu muncrat ke permukaan bumi.

++++++++++
Kecerobohan Manusia

Pemilik sumur Banjar Panji-1, PT Lapindo Brantas, bertanggung jawab atas terjadinya semburan lumpur panas karena lalai memasang casing saat mengebor. Kelalaian ini mengakibatkan lumpur muncrat tanpa terkendali ke permukaan bumi.

Sumur Banjar Panji-1
Lubang pengeboran semula.

1. 9.297 kaki (2.833 meter)
Lapindo membentur zona keras pada 27 Mei 2006 sehingga menarik bor.
Di bawah wilayah timur Jawa, ada cekungan yang berisi cadangan minyak dan gas selain lumpur panas serta gas H2S bertekanan tinggi dan bersuhu di atas 100 Celsius.

2. 8.100 kaki (2.468 meter)
Mata bor memberat saat ditarik.

3. 4.241 kaki (1.292 meter)
Saat bor ditarik sedalam 4.421 kaki pada 28 Mei, semburan material, termasuk gas H2S dengan konsentrasi 500 ppm, mulai muncul di sumur pengeboran. Penarikan bor dihentikan. Lapindo memutuskan menutup lubang pengeboran dengan lumpur yang lebih kental.

4. Pipa (casing)
3.580 kaki (1.091 meter)
Sumur tanpa casing ini pecah karena dindingnya tak mampu menahan tekanan dari bawah.
Saat terjadi kejadian serupa pada 5 Juni 2006 di sumur gas Sukowati, Bojonegoro, yang memiliki struktur tanah mirip Banjar Panjir-1, bencana bisa dihindari karena dipasang casing sampai 9.000 kaki.

5. Rekahan
Air lumpur merembes melalui zona-zona lemah di tanah akibat tekanan dari lumpur di bawahnya. Rembesan air ini akhirnya menjadi jalur lumpur panas.

6. 29 Mei
150 meter dari sumur
Lumpur dan gas H2S mulai menyembur di rekahan. Lapindo menyemen sumur saat semburan lumpur terus terjadi. Bencana lumpur Lapindo pun terjadi.

+++++
Teori Gempa

Pendukung teori bencana alam seperti Lapindo menyatakan lumpur muncul ke permukaan akibat gempa 5,9 pada skala Richter yang mendera Yogyakarta dan sekitarnya dua hari sebelumnya. Di tempat lain, seperti gempa Makran di Pakistan pada 1945, memicu munculnya lumpur panas.
Tapi sejumlah ahli meragukan teori ini, karena jaraknya terlalu jauh. Yogyakarta-Sidorjo mencapai 257 kilometer, padahal gempa sekuat ini hanya akan menjangkau sekitar 100 kilometer. Getaran yang sampai ke Sidoarjo terlalu kecil untuk merekahkan bumi dan membuat lumpur tersembur keluar.

++++++


Sumber: Koran Tempo


 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Sidoarjo Lumpuh
Korban Lumpur Lapindo Blokade Jalan
Lapindo Janji Tetap Bayar Ganti Rugi
Korban Lapindo Tolak Bantuan Gubernur
900 Polisi Kawal Unjuk Rasa Korban Lapindo
Polisi Didesak Lanjutkan Penyidikan Kasus Lapindo
Dewan Khawatir Korban Lapindo Tinggalkan Sidoarjo
Korban Lapindo Keluhkan Pendidikan Anak Mereka
Proyek Infrastruktur Lapindo Terganjal Pembebasan Lahan
300 Brimob Kawal Pemasangan Pipa Lapindo
> selengkapnya...

Referensi

Bencana atau Salah Manusia
13 Bulan tanpa Hasil
Melejit Meski Didera Lumpur

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] nrs01 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Kovalainen tercepat
Tersangka Teroris Asal Singapura Tak Bisa Dideportasi
Todung Mulya Lubis Pesta Ulang Tahun Ke-59
Tak Ada Minyak Mentah Di Antapani
Walikota Cirebon Tolak Cairkan Gaji ke 13

<< February,2008>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data