Sembilan Menit Awal Petaka
Rabu, 26 Maret 2008 | 09:32 WIB
Jatuhnya pesawat Adam Air rute Surabaya-Manado pada 1 Januari 2007 di perairan Majene, Sulawesi Barat, ternyata karena sistem navigasi yang ngadat dan pilot "sibuk" memperbaiki instrumen navigasi inertial reference system.
Pilot berdiskusi soal ini sampai sembilan menit sampai abai terhadap instrumen penerbangan lainnya. Itulah hasil kesimpulan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) setelah membaca kotak hitam yang diangkat dari dasar laut pada 24 Agustus 2007. Inilah kronologi jatuhnya pesawat.
1 Januari 2007
1. 12.58 WIB: Pesawat Adam Air bernomor penerbangan DHI 574 meninggalkan Bandara Juanda, Surabaya.
2. 13.14: Setelah mencapai utara Kepulauan Kangean, pada ketinggian 6.705 meter (22 ribu kaki), Adam Air diminta berbelok ke arah DIOLA (nama waypoint dalam dunia penerbangan di dekat Teluk Towuti, Sulawesi Tengah).
13.19: Pesawat ada di ketinggian 10.668 meter (35 ribu kaki) dan ke timur laut arah ENDOG (di atas Kangean).
3. 13.29: Menara kaget karena Adam Air ternyata kemudian berbelok ke utara (bukan ke timur laut).
13.37.21: Menara Pengawas Ujung Pandang meminta Adam kembali arah semula. Angin saat itu normal. Selama 9 menit kemudian pilot dan kopilot sibuk berdiskusi tentang ngadatnya alat navigasi inertial reference system (IRS). Ada dua IRS (kiri dan kanan) yang berbeda datanya. IRS nomor 2 (kanan) bermasalah.
4. 13.56.15: Pesawat mulai menukik. Pilot berusaha memperbaikinya dengan mengalihkan mode IRS-2 ke posisi ATT (untuk naik). Ternyata pengubahan itu berakibat sistem autopilot tidak aktif. Posisi pesawat terakhir adalah 118o13' Bujur Timur dan 3o55' Lintang Selatan pada ketinggian 10.668 meter (35 ribu kaki).
5. 14.09: Pesawat tak bisa dikontak lagi. Kotak hitam berhenti merekam pada 2.743 meter. Dua puluh detik sebelum terdengar suara pukulan keras dua kali. "Tam.., tam!"
6. Pesawat jatuh ke laut. Data kecepatan pesawat yang terekam adalah Mach 0.926 (1.105 km per jam).
7. Puing-puing pesawat ditemukan di kedalaman 2.000 meter di perairan Majene. Kotak hitam diangkat pada 27 dan 28 Agustus 2007, delapan bulan setelah pesawat jatuh.
Petaka IRS (Inertial Reference System)
Ini adalah alat navigasi untuk melacak posisi, arah, dan kecepatan pesawat. Di panel kokpit terdapat dua IRS: 1 dan 2 (kiri dan kanan). Berdasarkan catatan perawatan, pesawat Adam Air ini selama Oktober sampai Desember 2006 IRS-nya telah mengalami kerusakan--baik yang langsung berhubungan dengan IRS maupun tidak--sebanyak 154 kali. Yang kerap rusak adalah IRS kiri. Sistem autopilotnya juga pernah rusak empat kali.
Spesifikasi Adam Air 574
Umur: 18 tahun
Produsen: Boeing Company
Model: Boeing B737-4Q8
Rute : Jakarta-Manado via Surabaya
Korban: 102 orang (dua pilot, 4 awak kabin, 96 penumpang--85 dewasa , 7 anak-anak, dan 4 bayi)
Sumber: Koran Tempo





