close

Sembilan Jalan Memanjakan Senayan

Kamis, 03 April 2008 | 12:48 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Banyak cara "memanjakan" para anggota Dewan Perwakilan Rakyat di Senayan, terutama anggota Komisi Keuangan dan Perbankan. Uang dari bank sentral itu mengalir lewat berbagai cara, antara lain bantuan naik haji, bantuan berobat, sampai kunjungan kerja yang mereka lakukan. Berikut ini modus pengucuran dana berdasarkan dokumen yang didapat Tempo pada periode 2006-2007:

1. Kunjungan Kerja ke Daerah
Anggota Dewan beberapa kali melakukan kunjungan kerja ke daerah, mulai Lampung sampai Banjarmasin. Mereka yang melakukan "kunjungan studi banding" mendapat bantuan dana dari bank sentral.
Yang dikucurkan
Rp 385 juta

2. Membina Hubungan Baik
Bank sentral juga menganggarkan dana untuk mewujudkan hubungan baik dengan Dewan. Dana ini kadang disebut dana apresiasi atau kadang dana representasi.
US$ 60 ribu dan Rp 1,165 miliar.

3. Silaturahmi/Buka Puasa
Acara buka puasa bisa menjadi alasan bank sentral memberi dana kepada para legislator. Alasan lain adalah silaturahmi dengan partai tertentu.
Rp 704 juta

4. Bantuan Gempa
Salah satu catatan memperlihatkan kucuran bantuan gempa. Tapi kucuran bantuan ini ditujukan pada salah satu partai.
Rp 25 juta

5. Cendera Mata
Bank sentral juga memesan cendera mata untuk dibagikan kepada para pengusaha, pemerintah, dan sebagainya.
Rp 30 juta

6. Bantuan Haji
Seorang anggota Komisi Keuangan dan Perbankan yang berhaji mendapat tambahan sangu dari bank sentral.
US$ 1.000

7. Bantuan Berobat
Dokumen yang diperoleh Tempo memperlihatkan dua kali Bank Indonesia mengucurkan uang untuk membantu pengobatan.
US$ 16 ribu

8 Kunjungan ke Luar Negeri
Anggaran untuk menambah tebal kocek anggota Dewan yang pergi ke luar negeri cukup banyak.
US$ 55.500

9 Seminar
Beberapa anggota Dewan juga mengikuti forum di luar negeri dengan biaya penuh dari Bank Indonesia, mulai dari transportasi, akomodasi, sampai biaya pendaftaran.
US$ 9.880


Total: US$ 142,38 ribu dan Rp 2,309 miliar

Sumber: Koran Tempo