Mereka Akhirnya Bicara
Jum'at, 04 April 2008 | 13:18 WIB
Setelah terkuak skandal uang saku Bank Indonesia untuk anggota Dewan Perwakilan Rakyat, satu demi satu penerima uang saku itu mulai bicara. Ada yang terang-terangan mengaku menerima, ada juga yang setengah hati. Menurut dokumen BI, kucuran uang saku untuk 52 anggota DPR dengan berbagai tujuan itu mencapai Rp 2,5 miliar dan US$ 145 ribu. Inilah pengakuan mereka:
Ganjar Pranowo
Fraksi PDI Perjuangan
Kunjungan: London dan New York (3-8 Maret 2007)
Biaya: US$ 3.490
"Sudah cetho welo-welo ke London, untuk apa saya membantah? Tapi saya lupa waktu itu menginap di hotel mana. Pak Budi (Deputi Gubernur Bank Indonesia Budi Rochadi), yang juga ikut, harus menjelaskan (uang) ini legal atau tidak. Saya berangkat memang bersama tiga anggota DPR lain."
Nursanita Nasution
Fraksi Keadilan Sejahtera
Kunjungan: Amsterdam (Agustus 2006)
"Saya memang pernah ke Belanda, bukan ke Amsterdam melainkan Rotterdam atas undangan sebuah universitas di Belanda mengkaji settlement untuk daerah kumuh. Aku nggak terima (dana BI) sama sekali, swear."
Diah Defawati Ande
Fraksi Partai Bintang Reformasi
Kunjungan: Tokyo, Jepang (7-9 Desember 2006)
"Saya baru sekali ke Jepang, tapi itu sudah lama sekali. Tidak benar tudingan saya menerima uang dari BI."
Ana Mu'awanah
Fraksi Kebangkitan Bangsa
Kunjungan: Tokyo, Jepang (7-9 Desember 2006)
"Saya tidak mengerti sama sekali soal aliran dana itu. Terima kasih saya diberi tahu. Sekarang fenomenanya seperti itu, toh DPR punya BK untuk menelusuri. Saya belum pernah ke Tokyo."
Sumber: Koran Tempo





