Memilih Pemain Pengganti
Rabu, 09 April 2008 | 10:41 WIB
Bak seorang manajer klub sepak bola, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kini harus menyiapkan skenario untuk menyelamatkan timnya setelah Boediono ditarik untuk bermain di tempat lain, memimpin Bank Indonesia. Posisi menteri koordinator bidang ekonomi di kabinet sebentar lagi bakal lowong. Siapa pemain penggantinya? Presiden memiliki banyak pilihan, dari pengosongan posisi sampai mencari pemain baru.
1. Dikosongkan
Bukan posisi strategis. Tugas koordinasi bisa dilakukan presiden atau wakilnya lewat sidang kabinet terbatas.
Diusulkan ekonom Faisal Basri.
2. Orang di Kabinet
Usia kabinet tinggal setahun sehingga, jika pengganti Boediono orang dalam, ia tidak perlu lagi menyesuaikan diri.
-- Purnomo Yusgiantoro
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
Diusulkan Partai Golkar, dan Partai Amanat Nasional (PAN) ingin kadernya, Hatta Rajasa, menggantikan Purnomo di Departemen Energi.
-- Aburizal Bakrie
Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat
Posisi ini pernah ia jabat, lalu Yudhoyono kemudian menyerahkan posisi panas ini kepada orang non-partai.
Diusulkan Partai Golkar.
3. Pemain Baru
Sejumlah nama di luar kabinet santer dikabarkan bakal masuk kabinet yang usianya tinggal setahun ini.
-- Irsan Tanjung
Duta besar untuk Filipina
Ekonom dari Universitas Indonesia
Diusulkan Partai Demokrat.
-- Kuntoro Mangkusubroto
Kepala Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh-Nias
Ia mengunjungi kantor Menko Perekonomian pada Kamis pekan lalu, tapi menyatakan isu ia bakal masuk kabinet adalah "kabar burung".
Diusulkan para pelaku pasar.
-- Iwan Jaya Azis
Profesor di Universitas Cornell, Amerika Serikat
Ia sangat memahami dinamika kelembagaan dan politik ekonomi internasional serta struktur ekonomi Indonesia. Ia juga bersih dari korupsi.
Diusulkan para pelaku pasar.
-- Sjahrir
Ekonom dan Penasihat Presiden
Ia disegani, tegas, berani mengarahkan para menteri ekonomi, dan bukan orang partai yang sarat kepentingan.
Diusulkan para pelaku pasar dan ekonom Faisal Basri (jika posisi ini ada yang mengisi).
4. Dirangkap oleh Wakil Presiden
Agar kerja lebih efektif. Sudah muncul penentangan karena dicemaskan latar belakangnya yang pengusaha bakal menciptakan konflik kepentingan.
Diusulkan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Sofjan Wanandi.
5. Dirangkap oleh Presiden
Karena presiden adalah doktor bidang ekonomi.
Diusulkan Tjahjo Kumolo, Ketua Fraksi PDI Perjuangan.
Sumber: Koran Tempo


