close

Ramai-ramai Membela Al-Amin

Senin, 14 April 2008 | 10:55 WIB

Penangkapan Al-Amin Nur Nasution di Hotel Ritz-Carlton, Rabu lalu, masih menyisakan teka-teki. Selain Rp 4 juta yang ada di kantong Amin, petugas Komisi Pemberantasan Korupsi menemukan Rp 67 juta di mobil BMW hitam milik anggota Dewan pada Komisi Kehutanan dan Pertanian itu.

Belakangan, terungkap pula tentang penemuan Sin$ 33 ribu di hotel itu. Dolar siapakah itu? Celah itulah yang dicoba untuk dimanfaatkan para pembela politikus Partai Persatuan Pembangunan itu.


Ishartanto (Ketua Komisi Kehutanan dan Pertanian DPR)
"Itu uang yang dipinjam Amin dari saya. Jumlahnya Rp 60 juta. Ada saksinya, kok."

Ali Mochtar Ngabalin (Partai Bulan Bintang)
"Duit Rp 67 juta itu adalah uang reses. Tuh, di mobil saya juga ada uang reses Rp 60 jutaan."

Ade Daud Nasution (Partai Bintang Reformasi)
"Amin tidak tertangkap tangan."
Menurut dia, uang Sin$ 33 ribu ditemukan bukan di kamar Al-Amin, melainkan di kamar Azirwan, Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan, yang turut ditangkap dan jadi tersangka.


Sirra Prayuna (pengacara Al-Amin)
"Uang itu untuk memperbaiki pagar rumahnya di kompleks (anggota) DPR. Dikumpulkan dari jatah uang reses."

Lukman Hakim (Wakil Ketua Fraksi Persatuan Pembangunan)
"Masak, tertangkap tangan cuma Rp 4 juta. Kalau cuma segitu, itu menghina anggota Dewan."

Ahmad Yani (pengacara Lembaga Bantuan Hukum PPP)
"Uang sebesar Rp 60 juta diakui Amin disimpan dalam selubung ban serep mobilnya."

Sumber: Koran Tempo