Operasi 15 Menit

Kamis, 24 April 2008 | 11:58 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Faiz ditangkap di rumahnya di Desa Wingko, Sanggrahan, Ngombol, Purworejo. Tuduhannya serius. Ia dikabarkan sebagai kurir Noor Din M. Top. Inilah perjalanan para polisi menjelang penangkapan.

Pukul 03.00

Empat polisi menggedor rumah Suyanto, Ketua RT 02 RW 02 Desa Wingko Sanggrahan, Kecamatan Ngombol, Purworejo. Mereka mengaku dari Detasemen Khusus 88 Antiteror dari Markas Besar Kepolisian RI. Ketua RT diajak ke rumah Faiz dan diminta menyaksikan penangkapan tersebut. "Warga Anda bernama Faiz akan ditangkap karena anak buah Noor Din M. Top," kata seorang petugas.

Pukul 03.30

Petugas Detasemen Antiteror mendatangi rumah mertua Yasir bin Bar alias Faiz alias Sastro alias Parmin alias Aslan sekitar 50 meter dari rumah Pak RT. Pintu digedor menyebabkan pintu rumah M. Soleiman sempat semplak. Tapi tidak ada perlawanan dari Faiz. Tangan Faiz diborgol dan ia didudukkan di kursi tamu. Polisi memakaikan kacamata hitam untuk Faiz, lantas menggelandangnya ke kamar mandi, sementara petugas menggeledah kamar Faiz.

Pukul 03.45

Petugas menemukan laptop beserta peralatan Internet milik Faiz. Dua buah telepon seluler milik mertua Faiz dan istrinya, Muslikah Lestari, turut dibawa serta. Delapan petugas Satgas 88 Antiteror selesai menuntaskan tugasnya. Faiz langsung diangkut dengan mobil.

Pukul 06.00
Petugas Kepolisian Resor Purworejo dan Polsek meluncur ke lokasi penangkapan.

Pukul 01.00 keesokan harinya, empat anggota Detasemen Antiteror menyerahkan surat penangkapan atas nama Sastro alias Aslan dengan dugaan terlibat pengeboman Bali II.

Sumber: Koran Tempo