close

SWISS

Selasa, 27 Mei 2008 | 12:37 WIB

melampaui perolehan poin Prancis pada babak grup. Tim asuhan Jakob Kuhn itu keluar sebagai juara grup. Sayangnya, pada perdelapan final, Nati--julukan Swiss--ditundukkan Ukraina. Itu pun melalui adu penalti.

Sejatinya, Swiss pernah memiliki prestasi hebat pada masa lalu, yaitu saat tiga kali menembus perempat final Piala Dunia (1934, 1938, dan 1954). Tapi itu sudah terlalu lama. Masyarakat Negeri Pembuat Jam itu merindukan prestasi lebih gemilang.

Di pundak pelatih Kuhn, 64 tahun, beban itu ditimpakan. Federasi Sepak Bola Swiss menyerahkan tampuk kepelatihan pada 2001 dengan tugas yang jelas: berprestasi di Euro 2008. Sedikit demi sedikit Kuhn membangun timnya.

Meski tak bisa dibilang bagus, Lolos ke putaran final dengan status tuan rumah, Swiss kehilangan suasana kompetisi karena tak ikut kualifikasi. Kuhn menutupinya dengan melakukan uji coba melawan tim-tim kuat.

Meski tak bisa dibilang jelek, hasil serangkaian uji coba itu juga tak terlalu memuaskan. Dari 17 kali uji coba, Swiss kalah sembilan kali, termasuk empat kekalahan pada uji coba terakhir: melawan Amerika Serikat, Nigeria, Inggris, dan Jerman.

Mereka juga meraih tujuh kali kemenangan, termasuk menekuk Belanda 2-1 pada Agustus lalu. Kemenangan-kemenangan lain diraih dari tim-tim sekelas Liechtenstein, Kosta Rika, dan Austria.

"Kami harus melupakan hasil-hasil buruk di belakang dan menatap pertandingan berikutnya," kata Kuhn. "Saya tak bisa bilang penampilan kami kian baik, tapi saya memang tak bisa melakukan yang lebih baik dari ini."

Gelandang serang Tranquillo Barnetta punya pandangan lain. "Cuma satu-dua pemain kami yang bermain baik, kami belum pernah bermain baik sebagai tim," kata pemain dari klub Bayer Leverkusen itu.

Di luar itu, Kuhn juga dipusingkan dengan masalah cedera. Playmaker Xavier Margairaz tak masuk skuad karena cedera jaringan ikat lutut. Stopper Patrick Mueller juga sempat mengalami cedera serupa.

Bek kanan David Degen yang cedera terpaksa digantikan oleh saudara kembarnya, Philipp Degen. Beberapa pemain lain juga berganti-ganti masuk ruang rehabilitasi: Johan Djorou, Blerim Dzemaili, dan Johan Vonlanthen. AFP | ANDY M

SWISS
Federasi berdiri: 1895
Bergabung ke FIFA: 1904
Bergabung ke UEFA: 1954
peringkat FIFA: 48
Julukan tim: Nati
Prestasi tertinggi: runner-up Olimpiade 1924, tiga kali ke perempat final Piala Dunia (1934, 1938, dan 1954).
Partisipasi: delapan kali Piala Dunia (pertama 1934), dua kali Euro (pertama 1996).

Hasil Uji Coba:


16/8/2006 Liechtenstein Vs Swiss 0-3
02/9/2006 Swiss Vs Venezuela 1-0
06/9/2006 Swiss Vs Kosta Rika 2-0
11/10/2006 Austria Vs Swiss 2-1
15/11/2006 Swiss Vs Brasil 1-2
07/2/2007 Jerman Vs Swiss 3-1
22/3/2007 Jamaika Vs Swiss 0-2
25/3/2007 Kolombia Vs Swiss 1-1
02/6/2007 Swiss Vs Argentina 1-1
22/8/2007 Swiss Vs Belanda 2-1
07/9/2007 Swiss Vs Cile 2-1
11/9/2007 Swiss Vs Jepang 3-4
13/10/2007 Swiss Vs Austria 3-1
17/10/2007 Swiss Vs Amerika 0-1
20/11/2007 Swiss Vs Nigeria 0-1
06/2/2008 Inggris Vs Swiss 2-1
26/3//2008 Swiss Vs Jerman 0-4

SKUAD
NamaKlubUsiaPosisi
Diego BenaglioWolfsburg24K
Pascal ZuberbuehlerXamax37K
Eldin JakupovicGrasshoppers23K
Ludovic MagninStuttgart29B
Christoph SpycherFrankfurt30B
Philippe SenderosArsenal23B
Patrick MuellerLyon31B
Johan DjourouArsenal21B
Mario EggimannKarlsruhe27B
Stephane GrichtingAuxerre29B
Philipp DegenDortmund35B
Stephan LichtsteinerLille24B
Valon BehramiLazio23B
Gokhan InlerUdinese24B
Gelson FernandesMan. City21T
Benjamin HuggelBasel31T
Tranquillo BarnettaLeverkusen22T
Hakan YakinYoung Boys31T
Ricardo CabanasGrasshoppers29T
Johan VonlanthenSalzburg22T
Daniel GygaxMetz20T
Alexander FreiDortmund28D
Marco StrellerBasel26D
Eren DerdiyokBasel20D
Thomas HaeberliYoung Boys34D
Keterangan: K = kiper, B = belakang, T = tengah, D = depan