Mereka dalam Sorotan
Sabtu, 21 Juni 2008 | 10:25 WIB
Ditetapkannya mantan Deputi Kepala Badan Intelijen Negara Muchdi Purwoprandjono sebagai tersangka pembunuh pejuang hak asasi manusia Munir oleh polisi membuat lembaga telik sandi itu ikut jadi sorotan. Kalangan aktivis HAM menilai sejumlah pejabat BIN (2001-2004) sejawat Muchdi kala itu layak diperiksa. Namun, Kepala Polri Jenderal Sutanto menegaskan keterlibatan Muchdi tidak berkaitan dengan lembaga BIN.
Punggawa BIN 2001-2004
Kepala BIN: Abdullah Makhmud Hendropriyono
Suciwati, istri almarhum Munir, menduga pembunuhan suaminya dilatari dendam pribadi atas pengungkapan kasus Talangsari Berdarah dan penculikan aktivis 1998.
Wakil Kepala BIN: As'ad Said Ali
Ia disebut-sebut meneken surat permintaan agar Pollycarpus diangkat sebagai staf perbantuan keamanan penerbangan di Garuda. Surat ini jadi dasar Pollycarpus ikut dalam penerbangan Garuda yang ditumpangi Munir.
Sekretaris Umum BIN: Nurhadi Djazuli
Ia disebut sebagai pembuat surat pengangkatan Pollycarpus sebagai anggota BIN dan mengizinkan penggunaan senjata api.
Deputi II: Manunggal Maladi
Deputi III: Burhan Muhammad
Deputi IV: Johanes Wahyu Saronto
Ketiganya diduga mengetahui motif dan orang yang merancang pembunuhan Munir.
Direktur I: Budi Santoso
Ia bersaksi beberapa kali menjadi perantara antara Muchdi dan Polly. Bahkan sempat memberikan sejumlah dana dari Muchdi kepada Polly baik sebelum maupun sesudah Munir dibunuh.
Sumber: Koran Tempo


