Mencari Dalang
Jum'at, 27 Juni 2008 | 16:17 WIB
Rizal Ramli, seorang menteri di era Abdurrahman Wahid dan pemimpin Komite Indonesia Bangkit, menjadi semacam simbol antikenaikan harga bahan bakar minyak sekarang. Rizal memang salah satu penentang paling keras kenaikan harga bahan bakar bulan lalu. Bahkan aksi menentang ia lakukan saat menjadi menteri pada Juni 2001, ketika harga bahan bakar dinaikkan 30 persen.
Sekarang Komite Indonesia Bangkit yang ia pimpin kembali menjadi sasaran setelah Kepala Badan Intelijen Negara Syamsir Siregar menuding lembaga itu berada di belakang unjuk rasa anarkistis di depan gedung DPR dan Universitas Katolik Atma Jaya pada 24 Juni lalu. Syamsir juga menyebut inisial "FY", yang kemudian membuat Sekretaris Jenderal Indonesia Bangkit Ferry Yuliantono membantah tudingan itu.
+++
Syamsir Siregar
Kepala Badan Intelijen Negara
Meminta polisi menindaklanjuti temuan BIN soal peran FY dan Komite Indonesia Bangkit dalam demonstrasi anarkistis. "Nanti itu polisi yang mendalami. Sudah saya kasihkan ke polisi, ini buktinya. Kau (polisi) kerjakan."
Ferry Yuliantono
Sekretaris Jenderal Komite Indonesia Bangkit
"Tuduhan itu sama sekali tidak berdasar. Tidak benar sama sekali saya ikut mendalangi aksi demonstrasi penolakan kenaikan harga BBM...."
++++
Rizal Ramli
Rizal gemar menempelkan kata "Sang Penerobos" di belakang namanya. Ini tampak pada situs bangkit.or.id atau bangkitindonesia.org. Hingga kemarin malam, Rizal belum bisa dihubungi Tempo.
10 Mei 1953
Lahir di Padang, Sumatera Barat.
1978
Ditahan karena menentang naiknya kembali Soeharto menjadi presiden.
1990
Meraih gelar doktor dari Universitas Boston, Amerika Serikat.
2000
23 Agustus
Menjadi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian di era Abdurrahman Wahid.
2001
12 Juni
Menjadi Menteri Keuangan menggantikan Prijadi Praptosuhardjo.
16 Juni
Harga bahan bakar dinaikkan 30 persen. Dia menentang.
9 Agustus
Pemerintah Abdurrahman Wahid selesai.
2008
20 Mei
Rizal Ramli, yang menentang kenaikan harga bahan bakar, ikut berunjuk rasa di depan Istana.
24 Mei
Harga bahan bakar minyak dinaikkan oleh pemerintah.
24 Juni
Mahasiswa berunjuk rasa di depan gedung MPR/DPR dan Semanggi, yang berakhir dengan anarki.
25 Juni
Sebanyak 29 orang diciduk polisi. Dua di antaranya, bukan mahasiswa lagi, diduga menjadi provokator aksi.
26 Juni
Tujuh orang menjadi tersangka unjuk rasa anarkistis. Sebagian mahasiswa, sebagian bekas aktivis 2008. BIN menyebut Indonesia Bangkit berperan dalam unjuk rasa ini.
NURKHOIRI | SETRI YASRA | NININ DAMAYANTI


