close

8 PERTEMUAN BERUJUNG DUIT

Kamis, 03 Juli 2008 | 13:51 WIB

Kasus suap yang diduga melibatkan anggota Komisi Infrastruktur Dewan Perwakilan Rakyat RI, Bulyan Royan, dengan pengusaha galangan kapal PT Binamina Karya Perkasa, Dedy Suwarsono, ternyata diawali dengan delapan pertemuan di berbagai tempat, dari hotel sampai sauna.

Dedy, melalui pengacaranya, Kamaruddin Simanjuntak, mengakui hal itu. Memberi upeti, kata Dedy, sudah jadi kebiasaan di Departemen Perhubungan. Kalau itu tak dilakukan, mustahil proyek tersebut bisa diperoleh. Besarnya 7-8 persen dari nilai proyek. Inilah kronologi pertemuan itu.

Pertemuan untuk Tender

* Departemen Perhubungan mengusulkan pengadaan kapal patroli senilai Rp 120 miliar kepada Komisi V, Komisi Infrastruktur dan Perhubungan, komisi tempat Bulyan Royan berada sampai Juni 2008.
* Dari komisi ini diajukan ke Panitia Anggaran DPR RI dan selanjutnya diketok.

* Pertemuan ke-1
September 2007. Kelima perusahaan ditawari ikut tender oleh Bulyan. Di datang ditemani dua pejabat Departemen Perhubungan, bertemu dengan kelima perusahaan di Hotel Crowne. Mereka menyepakati komisi 8 persen dari nilai proyek bagi masing-masing pejabat Departemen dan Anggota Komisi V.

"Kalau dibayar di tempat, ada potongan 1 persen," ujar Kamaruddin.

Pemberian uang komisi sebesar Rp 1,68 miliar merupakan peraturan tertulis yang tercantum dalam rencana kerja dan syarat proses tender.

* Pertemuan ke-2 sampai ke-4 berlangsung di Hotel Crowne.

* Pertemuan ke-5
Oktober 2007 (menjelang Lebaran). Berlangsung di Plaza Senayan.

* Pertemuan ke-6
Mei 2008. Berlangsung di tempat sauna di Ancol. Kelima pengusaha pemenang tender memberikan uang lelah kepada pejabat Departemen Perhubungan sebesar Rp 20-21 juta dan US$ 1.500. Sisanya dibayarkan kemudian.

* Pertemuan ke-7
Berlangsung di kantor Departemen Perhubungan.

* Pertemuan ke-8
24 Juni 2008. Berlangsung di Hotel Borobudur. Rapat itu membicarakan pembayaran komisi kepada Bulyan sebesar Rp 1,43 miliar. Total uang yang harus dibayar Dedy sebesar Rp 1,68 miliar.


Upeti 7-8 Persen

"Pemberian uang untuk proyek seperti itu sudah biasa di Dephub. Kalau tidak diberikan, pengadaan proyek tersebut tak akan diproses. Dari pengakuan klien saya, bila proyek gol, uang yang diberikan kepada pejabat Dephub bisa mencapai 7 sampai 8 persen dari nilai proyek atau sekitar Rp 1,68 miliar."

n 5 Pemenang Tender
Lima perusahaan yang menang tender, tiap perusahaan membuat empat unit kapal seharga Rp 5,8 miliar.
1. PT Carita Boat Indonesia (pimpinan Budi Suhaemi),
2. PT Proskuneo Kadarusman (pimpinan Kresna Santosa),
3. PT Binamina Karya Perkasa (pimpinan Dedy Suwarsono),
4. PT Sarana Fiberindo Marina (pimpinan Dra Lies Kurniawati), dan
5. PT Febrite Fiberglass (pimpinan Supratno Ramli).


DODY HIDAYAT | ANTON APRIANTO | CHETA NILAWATY | HARUN MAHBUB