“Banyak Kejanggalan dalam Buku Putih FKB”
Rabu, 21 Maret 2001 | 14:51 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Parti Perpaduan Kebangsaan Brunei (PPKB) Mohamad Hatta mengatakan bahwa pernyataan Fraksi Kebangkitan Bangsa DPR RI dalam buku putihnya, yang mengatakan bahwa Sultan Brunei Darusalam memberikan zakat kepada Presiden Abdurrahman Wahid adalah tidak benar. Surat bantahan yang dikeluarkan PPKB, salah satu dari dua partai yang ada di Brunei Darusalam, itu sendiri ditujukan kepada Ketua DPR Akbar Tanjung.
Sehubungan surat bantahan terhadap buku putih tentang kasus Bruneigate yang dikeluarkan FKB, TEMPO Interaktif menghubungi Ketua PPKB Mohamad Hatta, melalui telpon seluler dari Jakarta ke Bandar Seri Bagawan, Rabu (21/3).
Hatta mengatakan bahwa pernyataan Fraksi Kebangkitan Bangsa dalam buku putih yang mengatakan bahwa Sultan Brunei memberikan zakat kepada Presiden Wahid adalah tidak benar. Sultan Brunei memberikan zakat setiap tahun kepada rakyatnya dengan memberikan buah kurma. Selain itu, zakat tidak mungkin diberikan kepada utusan dari negara tetangga (Haji Masnuh dan Ario Wowor), melainkan di Brunei. Yakni ke Baitulmal.
Selain itu Hatta juga mengatakan dia hampir bisa memastikan kalau pun ada sumbangan, pasti bukan dalam bentuk zakat. Namun ia tidak menampik adanya kemungkinan pemberian “sumbangan pribadi”. Tetapi mengenai hal ini, ia juga melihat beberapa keganjilan. Kalau Sultan atau negara mau memberikan sumbangan, biasanya diberikan dalam bentuk cross cheque, artinya cek tersebut hanya dapat dicairkan oleh pemerintah yang menerima sumbangan. Ini sangat bertentangan dengan yang diungkapkan dalam buku putih tersebut, yang menyebutkan bahwa cek tersebut diterima oleh pribadi Hj Masnuh dan dia juga bisa mencairkan cek tersebut.
Hatta juga mengungkapkan keganjilan lainnya tentang kedatangan dua utusan Gus Dur yang bisa langsung bertemu dengan Sultan Brunei dalam dua hari. Menurut dia, dalam sistem protokoler yang berlaku di Kesultanan Brunei, setiap tamu dari negara asing yang ingin bertemu Sultan harus melalui Kementrian Luar Negeri, dan biasanya itu bisa memakan waktu dalam hitungan mingguan atau bulanan.
Lebih lanjut lagi Hatta juga mengatakan bahwa dia belum bisa memastikan ada atau tidaknya sumbangan tersebut. Menurut dia pihak Kerajaan sendiri belum memberikan keterangan resmi mengenai ada atau tidaknya sumbangan tersebut. “Kami hanya mengetahuinya dari berita-berita di koran saja, pihak Kesultanan sendiri belum meberikan pernyataan resmi atau tidak resmi mengenai hal ini,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu Hatta juga mengatakan alasan kenapa dia memberikan surat bantahan tersebut kepada Akbar Tanjung. Menurut dia, Akbar adalah Ketua DPR-RI dan di dalam DPR itu ada Fraksi Kebangkitan Bangsa yang mengeluarkan Buku putih tersebut. Jadi, menurut dia, langkahnya sudah benar. (Ervan)





Komentar Anda :