Presiden Meminta Pengelolaan Zakat Secara Modern
Rabu, 29 Mei 2002 | 09:57 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Megawati Soekarnoputri meminta agar pengelolaan zakat dapat dilakukan dengan prinsip manajemen modern serta organisasi yang sehat. Sebab hal itu jelas akan berdampak positif bagi perekonomian Indonesia.
"Banyak yang dapat kita perbuat dengan zakat seperti dalam upaya penanggulangan kemiskinan, pengangguran serta meingkatkan pemerataan kesempatan usaha," kata Presiden dalam sambutannya pada acara silaturahmi dan rapat koordinasi nasional kesatu Badan Amil Zakat Nasional dan Lembaga Amil Zakat Seluruh Indonesia di Istana Negara Jakarta, Rabu (29/5).
Hanya saja, Presiden Megawati mengingatkan agar semua pengelolaan zakat tersebut dijalankan dengan penuh amanah. Sebab dengan begitu bangsa Indonesia dapat merasakan kesejajaran dalam operasionalisasi pengelolaan zakat denga prinsip demokrasi ekonomi. Apalagi, jumlah penduduk muslim di Indonesia sangat besar. Sehingga mempunyai potensi ekonomi yang cukup besar pula.
Karena itu dia menyarankan dalam sistem modern nantimya pengelolaan zakat dapat berjalan serasi dengan sistem yang ada seperti perbankan, perpajakan, dan penghasilan profesi. "Karena itu saya minta untuk tidak ragu-ragu untuk bekerjasama dengan menteri-menteri terkait seperti keuangan dan menteri negara koperasi dan UKM," kata dia.
Sementara itu usai acara, Menteri Agama Said Agil Al Munawar mengatakan Departemen Agama yang memfasilitasi badan zakat sudah melakukan sistem komputerisasi dalam pengeleolaan zakat. Pihaknya juga sudah mengupayakan sarana serta menyiapkan para pengelola yang mewakili semua unsur masyarakat.
Begitu pula dengan tim pengawas serta pengauditan tiap tiga bulan. Karena itu pihaknya juga optimis jika target pengumpulan pada tahun 2002 ini bisa mencapai Rp. 3, 5 trilun. (dede ariwibowo)





Komentar Anda :