close

Bachtiar Chamsyah: Pertemuan Tokoh Politik, Wajar

Rabu, 29 Mei 2002 | 10:24 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan Bactiar Chamsyah menganggap wajar serangkainan pertemuan tokoh politik yang makin marak belakangan ini. Terutama pertemuan sejumlah tokoh-tokoh dari kalangan parpol Islam. Lagipula pertemuan itu bertujuan untuk menyamakan persepsi berbagai masalah kenegaraan. Kendati pertemuan itu membicarakan masalah negara, namun Chamsyah, yang juga Menteri Sosial itu, mengaku datang sebagai pribadi. Karena itu dia merasa tak perlu melaporkan pertemuan itu kepada Presiden Megawati Soekarnoputri.
“Apa yang mau dibicarakan? Saya [datang] hanya sebagai pribadi dan biasa saja tidak perlu lapor-lapor,” katanya kepada pers usai mengikuti acara pembukaan Rapat Kordinasi Nasional I Badan Amil Zakat Nasional dan Lembaga Amil Zakat seluruh Indonesia di Istana Negara Jakarta, Rabu (29/5). Sementara itu ketika diminta pendapatnya soal perbedaan kepastian jadwal muktamar partainya, Chamsyah melihatnya sebagai wacana bukan konflik. Katanya, tak ada pengkulltusan di PPP.

“Semuanya mengacu pada sistem. Sehingga pernyataan tentang jadwal muktamar termasuk yang disampaikan Ketua Umum DPP PPP Hamzah Haz juga masih bersifat wacana,” ujarnya. Namun begitu dia mengakui saat ini ada dua kubu yang berbeda pikiran mengenai muktamar. Salah satunya yang menyatakan bahwa keputusan mukernas untuk menunda muktamar menjadi tahun 2004 sebagai hasil final. “Saya kira alasnya sama saja,” kata dia. Chamsyah menjelaskan keputusan muktamar sejauh ini sifatnya hanyalah rekomendasi kepada DPP.

Sehingga masalah jadwal yang direkomendasikan tersebut masih harus dirapatkan oleh DPP apakah tepat atau perlu diperbaiki. Karena itu dia meminta masalah ini jangan sampai membingungkan. Apalagi hingga terjadi perpecahan. “Bisa dikatakan membingungkan tapi baiknya para aktivis PPP jadi rajin membuka AD/ART sehingga terjadi konsolidasi dan perpecahan pun tidak akan terjadi. Mereka semua (DPP) adalah orang arif karena terlalu banyak pengalaman,” kata dia. (Dede Ariwibowo-Tempo News Room)

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan