close

Penembakan Istri Aktifis HAM Diduga Terkait Kasus Timika

Sabtu, 28 Desember 2002 | 11:37 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Penembakan dengan sasaran keluarga aktivis hak asasi manusia (HAM) Papua terjadi di Wutung, 20 kilometer dari Jayapura, Sabtu (28/12) pukul 09.30 WIT (bukan 08.30 seperti berita Tempo Interaktif sebelumnya). Akibatnya jatuh tiga korban, maisng-masing keluarga dari John Bonay, direktur eksekutif Lembaga Studi dan Advokasi HAM (ELSHAM).
Ketiga korban, Elsje Bonay (33 th), istri John Bonay, Yeni Merautje (28 th, kerabat Bonay), dan Merlin Bonay (12 th, anak Bonay), Sabtu pagi itu hendak merayakan Natal dengan keluarganya yang berada di Vanimo, salah satu provinsi di Papua Nugini. Sebanyak 11 orang anggota keluarga Bonay, tanpa diikuti John Bonay, berangkat ke Papua Nugini menggunakan minibus milik Dinas Pekerjaan Umum Binamarga Papua.

Karena masih pagi, pintu gerbang (batas antara Papua Barat dengan Papua Nugini) Wutung masih ditutup. Mereka pun minta kunci ke petugas yang berada di dekat pos imigrasi. Namun, “Tiba-tiba dari arah semak belukar terjadi penembakan ke rombongan ini,” kata Wakil Direktur ELSHAM, Aloy Renwarin, di Jayapura, kepada Tempo News Room melalui telepon dari Jakarta, Sabtu (28/12) sore.

Aloy menuturkan, tidak satupun dari korban yang sempat mengenali para penembak karena asal tembakan dari semak belukar yang cukup tinggi. Juga tidak diketahui identitas yang menonjol dari penembaknya seperti baju dan senjata yang digunakan.

Kendati demikian, beberapa hari sebelumnya bukannya tak ada suatu peristiwa yang bisa menjadi peringatan. Menurut Aloy, Sabtu pekan lalu ban mobil John Bonay digembosi orang tak dikenal. Bersamaan itu pula, kabel telepon rumahnya diputus orang.

“Ada benang merah antara berbagai kejadian itu dengan kasus penembakan tiga orang karyawan Freeport (dua Amerika dan seorang Indonesia) di Timika pada Agustus lalu yang kami tangani,” duga Aloy.

Bonay sendiri, ujar Aloy, setelah insiden penembakan itu telah memerintahkan stafnya melakukan investigasi terhadap kejadian itu. “Kami juga akan mengajukan permintaan perlindungan bagi para aktivis dan keluarganya kepada pemerintah. Sebab, bukan saja Bonay, tapi rata-rata dari kami juga menerima ancaman dan intimidasi,” kata dia.

Kondisi para korban sendiri, kata dia, saat ini masih kritis. Petugas medis sedang mengupayakan pengangkatan proyektil peluru yang bersarang di tubuh para korban. Elsje tertembak kedua kakinya, Yeni terkena pada kaki kanannya, dan Merlin terluka pada kaki kirinya. (Istiqomatul Hayati - TNR)

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan