Dr Chusnul Mari"ah: Waspadai Broker Dana KPU

Sabtu, 10 Mei 2003 | 10:25 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta::"Kami sudah mengirim kawat karena di beberapa daerah sudah ada yang mau menipu.”

Anggota KPU Dr Chusnul Mari'ah mengungkapkan, saat ini banyak broker berkeliaran lembaganya untuk mencairkan dana bagi KPU daerah. KPU pusat kini telah mengirim kawan ke KPU daerah agar tidak tertipu oleh ulah para broker tersebut. " Kami sudah kirimkan kawat karena di beberapa daerah sudah ada yang mau menipu, menjanjikan dana dari KP cepat cair dengan imbalan uang," ungkap Chusnul Mari'ah kepada wartawan di sela-sela fit and proper test calon anggota KPU DIY di Yogyakarta, Sabtu (10/5).

Chusnul Mari'ah menjamin dana dari KPU pusat untuk KPU daerah sesuai dengan alokasi dan kebutuhan daerah masing-masing. Chusnul bahkan menegaskan, dana untuk KPU daerah itu tidak akan dipotong sepeserpun. " Kami tidak memotong. Tidak ada potongan. Makanya, yang perlu diperhatikan dalam proses pencairan dana ini jangan sampai tergiur broker yang menjanjikan pencairan dana dengan meminta imbalan," tegasnya.

KPU pusat, lanjut Chusnul Mari'ah, juga telah menginformasikan ke KPU daerah melalui kawat tentang beroperasinya para broker dana tersebut. " Kami sudah mengirim kawat karena di beberapa daerah sudah ada yang mau menipu. Menjanjikan untuk mempercepat pencairan dana dengan imbalan uang," kata Chusnul Mari'ah.

Chusnul Mari'ah menambahkan, dana penyelenggaraan pemilu di daerah berasal dari APBN dan APBD. Khusus untuk dana dari APBD, disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan daerahnya. Dana itu diajukan ke DPRD setempat untuk disetujui. " Dalam APBD itu saya harapkan beberapa dana dari PAD untuk penyelenggaraan pemilu," ujarnya.

Chusnul berharap ada kerjasama yang baik antara KPU daerah dengan pemda setempat. Kerjasama ini penting demi kelancaran tugas KPU daerah. " Kalau Pemda mau bekerjasama dengan baik, maka KPU-nya akan sehat. Sebaliknya, kalalu tidak ada kerjasama, KPU-nya juga akan sakit," ujarnya.

KPU pusat sendiri akan mengadakan perbaikan anggaran, Juni mendatang. Penyusunan anggaran KPU pusat dilakukan pada bulan Oktober tahun lalu, sehingga butuh penyesuaian dan perbaikan.

Chusnul Mari'ah mengakui, KPU pusat banyak menemui persoalan di bidang anggaran karena KPU saat ini harus bekerja mulai dari nol lagi. " Dulu PPD punya kantor, punya kendaraan. Tapi sekarang habis. Jadi harus mulai dari nol lagi," ujarnya.

(Heru CN-TNR)






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: