Persijatim Solo Taklukkan PSIS Semarang

Minggu, 03 Agustus 2003 | 14:46 WIB


TEMPO Interaktif, SOLO: Bermain di hadapan 15.000 pendukungnya, Persijatim Solo FC (PSFC) menekuk tim tetangganya, PSIS Semarang dengan dua gol tanpa balas dalam lanjutan Liga Bank Mandiri, Ahad (3/8).

Ayock Luis Berty menjadi bintang bagi PSFC pada laga di Stadion Manahan Solo tersebut. Pemain bernomor punggung 20 ini menciptakan satu gol dan memberi andil terciptanya gol kedua.

Sejak menit pertama, tim asuhan Yussack Sutanto ini langsung menggebrak pertahanan PSIS setelah pada pertandingan sebelumnya di kandang sendiri hanya bermain imbang lawan Persik Kediri. Mereka menggenjot serangan untuk menghasilkan gol.
Namun tim tamu juga memperagakan penampilan serupa. Bonggo Pribadi dkk termotivasi menang untuk mengamankan posisi mereka di klasemen sementara yang hingga kini masih bertengger di papan bawah. Apalagi pada pertandingan sebelumnya mereka dikalahkan PSS Sleman di Yogyakarta.

Serangan demi serangan diperagakan kedua tim silih berganti. Usaha keras PSFC berhasil ketika pada menit ke-34 Ayock Luis Berty berhasil menyarangkan gol ke gwang PSIS yang dijaga I Komang Putra.

Gol ini bermula dari bola mati akibat pelanggaran yang dilakukan salah seorang pemain PSIS. Eka Ramdhani yang mengambil tendangan bebas memberikan umpan kepada Ayock yang berdiri bebas. Menyambut umpan Eka, Ayock sambil menggiring bola menerobos masuk kotak pinalti PSIS dan dengan tendangan kerasnya mampu memperdaya I Komang Putra.

Tertinggal 0-1 membuat pemain PSIS semakin bernafsu untuk menciptakan gol balasan. Usai turun minum, pemain PSIS terus melakukan pressing ketat terhadap barisan pertahanan PSFC yang dimotori M Tasio Bako.

Anak asuh Daniel Roekito ini juga menampilkan permainan keras. Akibatnya seringkali para pemain PSFC tergeletak karena cedera. Usaha para pemain PSIS mengejar ketertinggalan tak berbuah. Malahan, gawang I Komang Putra kembali kebobolan pada menit ke-73.

Gol kedua PSFC ini juga karena kecerdikan Ayock Luis Berty. Menerima umpan terobosan, Ayock masuk ke kotak pinalti tim lawan. Meski dikawal tiga pemain belakang PSIS, Ayock masih sempat menendang bola dengan keras ke arah gawang. Bola tendangan kerasnya sempat ditepis I Komang Putra. Namun Eka Ramdhani yang dalam posisi bebas langsung menyambar bola muntahan tersebut dan memasukkan si kulit bundar ke sudut kiri gawang I Komang Putra.

Yussack Sutanto usai pertandingan juga mengakui permainan Ayock. Ia dinilai sangat berperan menjadi motor serangan yang dibangun PSFC. Aksi tunggalnya menerobos masuk ke kotak pinalti juga seringkali merepotkan pertahanan PSIS yang komandani Bonggo Pribadi.

Selain Ayock, Yussack juga memuji permainan Modestus. Ia berhasil mengunci Julio Lopez, yang menjadi pemain kunci PSIS. Yussack menilai salah satu alasan PSIS gagal menghasilkan peluang bagus, karena motor permainan PSIS, Julio Lopez berhasil dimatikan.
‘’Pressing PSIS sebenarnya sangat ketat. Tapi kami bisa memotongnya begitu mereka memasuki kotak pinalti. Kami sengaja menugaskan Modestus untuk mengawal Julio Lopez dan ia melakukan tugasnya dengan baik,’’ ujar Yussack.

Sementara Daniel Roekito mengaku kecewa dengan hasil pertandingan. Ia menyebut pemainnya sering terburu-buru melakukan serangan sehingga bola dengan mudah bisa dipatahkan barisan belakang PSFC. ‘’Mereka terlalu bernafsu untuk menciptakan gol sehingga kurang konsentrasi. Sehingga bola mudah lepas,’’ paparnya.

anas syahirul






Komentar Anda

Kirim