Atasi Masalah Akibat Kekeringan, PLN Atur Beban Puncak

Selasa, 09 September 2003 | 11:46 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Untuk mengatasi berkurangnya pasokan listrik akibat kekeringan, PLN akan melakukan pengaturan beban puncak.

Menurut Direktur Niaga dan Pelayanan Pelanggan PLN, Sunggu Anwar Aritonang, pengaturan yang dilakukan pada para pelangan besar PLN tersebut dilakukan untuk menjamin efektifitas pengurangan beban puncak. Untuk itu, selama Oktober hingga Desember nanti, PLN akan menawarkan dua paket pengaturan beban pada pelanggan besar di Jawa Madura Bali, melalui dua alternatif paket yang ditawarkan.

Paket pertama, menurut Aritonang, adalah paket pengaturan beban (load shifting). Paket ini merupakan bentuk kebijakan, di mana PLN memberikan insentif pada para pelanggan tegangan tinggi dan tegangan menengah. “Itu diberikan pada pelanggan yang bersedia menggeser pemakaian listriknya, dari Waktu Beban Puncak (WBP; sekitar dari pukul 18 petang hingga 22 malam), ke Luar Waktu Beban Puncak (LWBP),” Ungkap Aritonang. Besarnya 25 persen dari biaya pemakaian tenaga listrik yang digeser pemakaiannya tersebut.

Paket kedua adalah paket pemotongan beban atau peak shaving. Menurut Aritonang, di sini PLN akan memberikan kompensasi pada pelanggan tegangan tinggi dan tegangan menengah yang bersedia dipotong pemakaian bebannya manakala PLN memerlukannya. “Kompensasinya sekitar empat kali biaya beban yang dipotong dan tidak jadi disediakan oleh PLN,”katanya. Paket pemotongan beban ini, kata Aritonang, juga diberlakukan di daerah-daerah luar Jawa-Madura-Bali yang mengalami krisis daya.

Kedua paket kebijakan itu menurut Aritonang, hanya berlaku berdasarkan kesepakatan PLN dengan pelanggan. Targetnya, pada sistem Jawa-Madura-Bali, bisa dilakukan untuk setinggi-tingginya 600 MW selama tiga bulan ke depan. Dengan begitu, menurutnya, resiko pemadaman akibat kurangnya pasokan listrik karena kekeringan dapat dihindari. “Sejauh ini sudah ada 22 pelanggan dengan daya hampir 100 MW, sudah bersedia,” kata Aritonang.

yandhrie arvian/TNR






Komentar Anda

Kirim