Kiai NU Membahas Rumusan Sikap soal Konflik PKB

Jum'at, 19 September 2003 | 09:16 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekitar 100 kiai berkumpul di Pondok Pesantren Raudatul Ulum, Desa Sumberwringin, Kecamatan Sukowono, Jember, Jawa Timur, Jumat (19/9) malam. Agenda pertemuan ini adalah membahas sikap yang akan diberikan PBNU terhadap konflik di tubuh Partai Kebangkitan Bangsa. Rencananya, sikap itu akan disampaikan secara resmi, Sabtu (20/9).

Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi, di depan sekitar 100 orang ulama berjanji akan menguatkan aspirasi dan kemauan para kiai serta akan berupaya semaksimal mungkin untuk memadamkan keresahan umat akibat konflik di tubuh partai para nahdliyin itu.

Ada beberapa garis besar yang merupakan suara atau aspirasi dari para kiai NU yang akan diakomodasi. Pertama, PBNU akan mendorong supaya pencairan kembali hubungan antara NU dengan PKB. Kedua, menghadapi Pemilu 2004, hendaknya PKB jangan membikin kebijakan yang justru merugikan, seperti mereposisi pengurus.

Pertemuan dimulai sekitar pukul 21.00 WIB. Sejumlah kiai khos NU, tampak hadir. Sekjen PKB Syaifullah Yusuf, dengan wakilnya, Yahya Staquf dan Abdullah Azwar Anas, juga sempat hadir, meskipun tetapi tidak mengikuti acara. Mereka hanya datang 15 menit. Syaifullah menolak mengomentari kedatangannya yang singkat itu.

Konflik di tubuh PKB mencuat ke permukaan setelah PKB akan mereposisi Syaifullah Yusuf dari jabatannya sebagai sekretaris jenderal partai. Keputusan untuk mereposisi ini diambil Dewan Syuro PKB melalui voting, 1 September lalu.

Mahbub Junaidi - Tempo News Room






Komentar Anda

Kirim