Dewan Masjid Indonesia: "Umat Islam harus Ikut Pemilu 2004".
Kamis, 20 November 2003 | 13:09 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Dalam pemilihan umum 2004 mendatang, umat islam harus menggunakan hak pilih. Umat Islam juga diharapkan tak masuk golongan putih, apalagi menjadi provokator untuk mengacaukan pemilu. Hal ini dikatakan Ketua Dewan Masjid Indonesia, Ahmad Sutarmadi dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (20/11).
Menurut dia, ini merupakan ikrar bersama hasil dari silaturahmi nasional ulama, zuamma, dan pengurus masjid seluruh Indonesia pada 2 November lalu. “Umat juga harus memilih pemimpin yang berahlak mulia, berkemampuan dan memegang amanah. Tidak soal dari partai mana, yang pasti partai berbasis muslim,” kata Sutarmadi. Selain itu juga, jangan sampai umat Islam memilih partai politik yang mempraktikkan suap.
Untuk mengantisipasi politik uang yang rawan terjadi dalam pemilu mendatang, dewan masjid Indonesia telah melakukan langkah-langkah, seperti memberi sumbangan kepada para jamaah yang membutuhkan, melalui lembaga amir zakat masjid-masjid. “Dan memberdayakan koperasi simpan pinjam yang ada di masjid bagi para jemaahnya,” ujar Sutarmadi.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia, Natsir Zubaedi menegaskan pemilu adalah amanah demokrasi. Nilai moralnya, bila seseorang tidak ikut memilih, maka ia tidak ikut bertanggungjawab. “Bila tidak ikut memilih maka tidak memiliki hak untuk mengkritik,” katanya.
Dewan masjid Indonesia yang saat ini memiliki anggota 750 ribu itu juga akan ikut mengawasi pemilu melalui Badan Koordinasi Pemuda Masjid Indonesia sebagai tim teknis dan tidak bergabung dengan partai manapun.
Bila sampai terjadi kasus suap dalam pemilu 2004, maka remaja masjid yang tergabung dalam pengawas pemilu akan melaporkannya ke pihak berwenang.
Poernomo Gontha Ridho - Tempo News Room





Komentar Anda :