50 Persen Balita Indonesia Kekurangan Vitamin A
Selasa, 23 Desember 2003 | 19:08 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Lima puluh persen bayi di bawah lima tahun (balita), khususnya di atas dua tahun, di Indonesia kekurangan vitamin A. "Hasilnya diketahui dari pemeriksaan dokter secara sub klinik," kata Doktor Rosnani Pangaribuan, lulusan Jerman yang tergabung dalam Seameo Tropmed kepada TNR, di Jakarta, Senin (22/12).
Sebenarnya, pemerintah sudah mencanangkan gerakan untuk mengkonsumsi vitamin A sejak 1970. Maklum, pada masa itu, kekurangan vitamin A menyebabkan balita rabun senja. Tapi, akibat yang bisa ditimbulkan pada masa sekarang adalah pertumbuhan lambat dan lemahnya daya tahan tubuh. Padahal, vitamin A sudah tersedia gratis di pos pelayanan terpadu, bidan dan pusat kesehatan masyarakat. Para orang tua seringkali tidak memanfaatkan fasilitas itu untuk konsumsi anak. "Rata-rata orang tua memilih untuk berobat ke dokter praktek yang memang tidak menyediakan vitamin A," kata Rosnani.
Menurut Rosnani, vitamin A harus dikonsumsi bayi setiap 6 bulan sekali. Hanya saja, bayi berumur 1-5 tahun bisa mengkonsumsi tablet dengan ukuran 200 ribu iu. Sementara, bagi bayi berumur 6-12 bulan, bisa mengkonsumsi tablet setengah ukuran bayi berumur 1-5 tahun.
Martha W -Tempo News Room





