Beddu Amang Serahkan Sapi Gemuk ke LP Cipinang
Minggu, 01 Februari 2004 | 12:07 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Terpidana kasus korupsi Badan Urusan Logistik (Bulog) Beddu Amang, menyerahkan satu sapi sebagai hewan kurban ke Lembaga Pemasyarakat Cipinang. Sedangkan Rahardi Ramelan, yang juga sempat ditahan di sana beberapa waktu lalu, menyerahkan seekor kambing sebagai hewan korban.
Beddu Amang menjelaskan alasannya berkurban adalah karena ingin berbagi kebahagiaan dengan penghuni LP lainnya, di hari raya ini. Dia menyatakan, hal ini belum seberapa jika dibandingkan makna dari berkurban, yang pernah dilakukan Nabi Ismail dengan Nabi Ibrahim. "Bagaimana kesediaan Ismail mengorbankan dirinya kepada ayahnya, Ibrahim, karena perintah Allah," kata dia, di LP Cipinang, Jakarta, Minggu (1/2) pagi.
Beddu Amang ditahan di LP Cipinang sejak dua minggu lalu, terkait dengan kasus skandal korupsi tukar guling PT Goro Batara Sakti dengan Bulog. Sebelumnya, mantan kepala Bulog ini mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung, tapi ditolak. Sehingga, Beddu harus menjalani status sebagai narapidana selama empat tahun di LP Cipinang.
Bersama sekitar 400 narapindana lainnya, Beddu tampak mengikuti salat Idul Adha di dalam mesjid LP tersebut. Sejak pukul 06.30 WIB, Beddu yang mengenakan kemeja lengan panjang warna merah, celana biru gelap, dan peci hitam ini telah berada di dalam mesjid. Salat sendiri dimulai pukul 07.30 WIB. Setelah mengikuti salat, kotbah dan kata sambutan dari Kepala LP Cipinang Djoko Mardjo Sutrisno, serta bersalam-salaman, semua narapidana dan tahanan kembali ke selnya masing-masing dengan tertib.
Beberapa saat kemudian, Djoko bersama beberapa bawahannya mengikuti acara pemotongan hewan korban di lapangan dekat dapur LP. Ada 8 hewan kurban yang siap disembelih, yaitu 3 sapi dan 5 kambing. Dua sapi kurban adalah milik Beddu Amang dan Kepala LP. Sedangkan Rahardi Ramelan menyerahkan satu kambing, yang diantar oleh orang suruhannya. Slamet Gundul, mantan penghuni LP, menyerahkan satu kambing.
Sekitar pukul 09.00, beberapa penghuni LP mulai menyembelih seluruh hewan kurban tersebut. Setelah dimasak, dagingnya akan dibagikan ke semua penghunui, yang selama acara pemotongan diharuskan tetap berada di sel masing-masing. "Biar semua narapidana dan tahanan kebagian," kata Djoko.
Yura Syahrul - Tempo News Room





