Orang Berpenyakit Paru Rentan Terinfeksi Flu Burung

Minggu, 01 Februari 2004 | 15:10 WIB

TEMPO Interaktif, Tangerang:Flu burung menjadi perbincangan hingga kalangan masyarakat awam. Firus yang menyerang unggas itu tak urung membuat masyarakat takut mengkonsumsi telur dan daging ayam.

Seorang ibu warga perumaha Lippo Karawaci dalam acara seminar bertema Flu Burung Apa dan Bagaimana di RS Siloam Glen Eagles Lippo Karawaci, Sabtu (31/1), bertanya apakah harus menjemur dulu telur sebelum direbus atau dimasak. Pertanyaan itu mengusik sejumlah pembicara untuk menjelaskan bahwa kekhawatiran yang berlebihan tidak perlu terjadi. "Tentang makanan yang harus diperhatikan adalah bagaimana memasaknya," kata drh Mawardi Nasution, Kasubdin Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Kab Tangerang, menjelaskan.

Mawardi mencontohkan, untuk daging dan telur harus dimasak dengan suhu 40 derajat. Adapun pembicara lainnya, dr Benyamin Lukito dari RS Siloam menyatakan, hingga saat ini vaksin flu burung untuk manusia belum ditemukan. Yang sudah ada vaksin untuk hewan. "Pembuatan vaksin untuk manusia tidak segampang untuk hewan," ujarnya.

Menurut keduanya, sejauh ini belum ada orang Indonesia yang terjangkit flu burung. Kata Benyamin, yang harus diwaspadai adalah bagaimana agar virus itu tidak mutasi ke tubuh manusia. Sebab, menurut dia, jika virus influensa A bergabung virus B atau C bisa menjadi virus baru yang lebih ganas. "Adanya tipe virus influensa yang dapat menyebabkan epidemi pada manusia yaitu influensa A dan B," ujarnya.

Dalam kaitan dengan penyebaran flu burung yang tidak kasat mata, Benyamin mengimbau agar orang bernyakti paru tdk berhubungan dengan kandang atau peternakan ayam. "Sebab orang tersebut rentan terinfeksi flu burung," katanya.

Ayu Cipta - Tempo News Room






Komentar Anda

Kirim