Indonesia-Rumania Bahas Kerja Sama Persenjataan
Senin, 02 Februari 2004 | 16:18 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pertemuan bilateral Indonesia dan Rumania membahas berbagai upaya konkret untuk memajukan hubungan kedua negara. Selain masalah perekonomian, dibicarakan juga kerja sama di bidang industri persenjataan.
Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda, usai pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (2/2), mengatakan kedua negara berupaya untuk memajukan industri persenjataan. Namun pembahasaan mengenai hal itu tidak dilakukan secara detail. Menurutnya, masalah persenjataan hanya disinggung sebagian kecil.
Ia menjelaskan, dalam pertemuan itu tidak dibicarakan sama sekali mengenai pembelian senjata atau perlengkapan militer. Ini dikarenakan industri senjata Rumania saat ini sedang mengalami penyusutan.
Penyusutan tersebut dipengaruhi oleh proses penyesuaian sistem persenjataan Rumania ke dalam sistem NATO. Ini berkaitan dengan rencana Rumania yang akan menjadi anggota NATO. "Artinya, dengan begitu, Rumania tidak pada pretensi untuk mengembangkan industri persenjataannya," kata Wirajuda.
Ia menjelaskan, pembicaraan lebih banyak pada upaya memajukan industri dan perdagangan, termasuk kerja sama di sektor energi. Berdasarkan catatan, perdagangan Indonesia-Rumania tahun 2003 mencapai US$ 18 juta. Volume itu menurun dari angka perdagangan tahun 2002 sebesar US$ 24 juta. Namun dari angka tersebut perdagangan Indonesia mengalami surplus US$ 16 juta untuk ekspor Indonesia dan kurang dari US$ 2 juta untuk impor dari Rumania.
Menurunnya volume perdagangan itu, antara lain dipengaruhi oleh proses penyesuaian ekonomi Rumania terutama berkaitan dengan masuknya Rumania ke Uni Eropa. Artinya, ke depan Rumania akan berintegrasi ke dalam Uni Eropa.
Kunjungan Presiden Rumania Ion Iliescu ke Indonesia merupakan kunjungan balasan atas kedatangan Presiden Megawati Soekarnoputri ke negara itu beberapa waktu lalu. Saat itu telah disepakati delapan perjanjian. Sebelum pemerintahan kabinat gotong royong telah ada enam perjanjian, sehingga ada 14 perjanjian yang harus segera direalisasikan.
Retno S - Tempo News Room





