Megawati: Caleg Bermasalah akan Dianulir

Selasa, 03 Februari 2004 | 17:42 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Sukarnoputri mengingatkan bahwa calon anggota legislatif dengan nomor jadi tidak serta merta lolos menjadi anggota DPR RI. Dia menegaskan bahwa caleg yang ketahuan tidak turun ke massanya, terlibat kasus kriminal seperti narkoba dan judi, akan dianulir.

"Saya tetap akan mempergunakan hak prerogatif saya," kata dia, seperti dikutip oleh salah satu caleg partai Banteng, Trimedya Panjaitan, di sela-sela acara pembekalan calon legislatif partai itu di Balai Samudera, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (3/1).

Acara pembekalan itu dihadiri oleh 2500 lebih caleg partai Banteng yang seluruhnya caleg untuk DPR dan DPRD tingkat Provinsi, serta diikuti oleh oleh caleg untuk DPRD Tingkat II dari sekitar Jakarta Bogor Tangerang, dan Bekasi (Jabotabek).

Akan tetapi, saat ketua umum yang juga Presiden itu menyampaikan pidatonya, acara tertutup bagi puluhan wartawan yang sempat memasuki ruang pertemuan. Megawati tiba sekitar pukul 10.45 dan memberi pembekalan selama satu jam lebih. Acara ini direncanakan akan berlangsung hingga pukul 17.00 WIB.

Di sela-sela acara itu, salah satu caleg partai Banteng, Irma Hutabarat, mengatakan bahwa ketua umum juga menyebutkan lima resep bagi caleg agar berkualitas dan aspiratif, yakni kompak supaya solid, memegang teguh ideologi Pancasila dan disiplin, dedikasi bukan cuma kepada partai tapi juga kepada rakyat dan negara, kerja keras, dan kerja praktis. "Itu resep yang sebelum ini sudah diterapkan ibu," kata Irma menjelaskan.

Terkait dengan ancaman ketua umum bagi caleg yang bermasalah, dalam kesempatan terpisah, Wakil Sekjen PDI Perjuangan, Pramono Anung mengungkapkan bahwa pihaknya sudah memecat satu orang karena terkait tindak kriminal. Namun dia tak bersedia mengungkapkan nama dan asal pemilihannya. Selain itu, juga sudah ada tiga nama yang mengundurkan diri.

Deddy Sinaga - Tempo News Room






Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: